Transformasi Peternakan Modern TTU: Kunci Baru Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan NTT

Trimeldus T. Tonbesi, S.Pt, M.Sc , Kadis Peternakan TTU.

Kefamenanu, kanalkia.com – Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, tengah didorong menjadi sentra peternakan modern melalui penerapan teknologi, penguatan SDM, dan kolaborasi multipihak. 

Langkah ini diyakini mampu mengakselerasi ekonomi daerah, meningkatkan kesejahteraan peternak, serta memperkuat ketahanan pangan NTT.

Potensi besar sektor peternakan di Kabupaten Timor Tengah Utara kini diarahkan menuju sistem yang lebih maju dan profesional. Pengembangan peternakan modern dinilai sebagai langkah strategis untuk menjawab tantangan produktivitas, kualitas, dan daya saing produk ternak asal TTU.

“TTU punya lahan, punya sumber daya lokal, dan punya peternak yang ulet. Yang dibutuhkan adalah sentuhan teknologi dan manajemen modern agar hasilnya bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Trimeldus T. Tonbesi, S.Pt, M.Sc , Kadis Peternakan TTU, Jumat (19/6/2026).

READ:  Wagub NTT Johni Asadoma Dorong Percepatan Sentra Pangan Modern di NTT

Dukungan terhadap transformasi ini diwujudkan dalam beberapa aspek kunci. Pertama, penyediaan infrastruktur dasar seperti kandang berstandar, akses air bersih, dan sistem kesehatan hewan yang kuat. Kedua, inovasi pakan berbasis sumber daya lokal untuk menekan biaya produksi sekaligus menjaga keberlanjutan.

Ketiga, digitalisasi mulai masuk ke kandang. Teknologi informasi dimanfaatkan untuk pencatatan produksi harian, pemantauan kesehatan ternak, hingga pemasaran digital. 

READ:  Bantuan Pangan di Kupang Naik 87 Persen, Wali Kota: Ini Bukti Nyata Negara Hadir untuk Rakyat

“Dengan aplikasi, peternak bisa tahu kapan sapi harus vaksin, berapa bobot ideal, dan ke mana menjual dengan harga terbaik. Efisiensi naik, pendapatan juga ikut naik,” tambah Trimeldus.

Aspek keempat yang tak kalah penting adalah pemberdayaan manusia. Kelompok peternak di TTU kini didorong mengikuti pelatihan manajemen usaha, pendampingan teknis, serta difasilitasi akses permodalan dari perbankan maupun program pemerintah. Tujuannya agar pola pemeliharaan tradisional bergeser ke sistem yang terukur, efektif, dan berkelanjutan.

Untuk mewujudkan ekosistem yang kuat, kemitraan antara pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat terus diperkuat. Sinergi ini memastikan rantai pasok peternakan TTU terintegrasi dari hulu ke hilir: dari pembibitan, penggemukan, pengolahan, hingga pemasaran.

READ:  Tetap Kompak, Melki–Johni Tancap Gas Bangun NTT dari Paripurna hingga Lapangan

Jika berjalan konsisten, Kabupaten TTU diproyeksikan menjadi salah satu sentra peternakan modern di Nusa Tenggara Timur. Dampaknya tidak hanya pada peningkatan produktivitas dan kualitas ternak, tetapi juga pada terbukanya lapangan kerja baru, naiknya pendapatan rumah tangga peternak, dan tumbuhnya ekonomi daerah yang lebih inklusif.

“Bersama Membangun Peternakan Modern TTU yang Maju, Produktif, dan Sejahtera” menjadi semangat yang kini digaungkan di seluruh wilayah TTU. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *