Daerah  

Wagub NTT di Alor: Mahasiswa Harus Jadi Pengawal Supremasi Hukum dan Motor Pembangunan Daerah

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. Johni Asadoma, M.Hum., mengajak mahasiswa Universitas Tribuana Kalabahi untuk tampil sebagai pengawal supremasi hukum, penjaga perdamaian, sekaligus motor penggerak pembangunan daerah.

Kalabahi, kanalkita.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. Johni Asadoma, M.Hum., mengajak mahasiswa Universitas Tribuana Kalabahi untuk tampil sebagai pengawal supremasi hukum, penjaga perdamaian, sekaligus motor penggerak pembangunan daerah.

Ajakan tersebut disampaikan saat memberikan kuliah umum bertajuk “Menjaga Supremasi Hukum untuk Mewujudkan Pembangunan Daerah yang Aman, Damai, dan Sejahtera” di Universitas Tribuana Kalabahi, Kabupaten Alor, Selasa (22/6/2026).

Kegiatan ini dihadiri Rektor Universitas Tribuana Kalabahi Elia Marilu, SE., M.M., jajaran pimpinan universitas, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Alor Syaifuddin Djawa, pimpinan perangkat daerah Kabupaten Alor, dosen, serta ratusan mahasiswa. 

Dalam paparannya, Johni Asadoma menegaskan bahwa supremasi hukum merupakan fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Menurutnya, hukum harus menjadi panglima yang menjamin keadilan, ketertiban, perlindungan hak masyarakat, serta menciptakan stabilitas yang diperlukan untuk mendorong pembangunan.

READ:  20 Tahun Letbaun, Uikiban Kupang Tetap Menjadi Ruang Kebersamaan Warga

“Menjaga supremasi hukum sangat penting karena tanpa hukum yang ditegakkan secara adil, pembangunan tidak akan berjalan optimal. Hukum memberikan kepastian, melindungi masyarakat, dan menciptakan rasa aman bagi semua pihak,” tegasnya.

Mantan Kapolda NTT itu juga mengajak seluruh civitas akademika untuk terus menjaga persatuan, toleransi, dan kerukunan di Kabupaten Alor. Ia menekankan bahwa keamanan dan kedamaian merupakan modal utama dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Keamanan dan kedamaian merupakan modal utama pembangunan. Karena itu mari kita bersama-sama menjaga persatuan, menjaga toleransi, dan menjaga Alor tetap aman dan damai,” ujarnya.

Menurut Johni Asadoma, stabilitas keamanan memiliki hubungan erat dengan pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan kondisi yang aman dan kondusif, sektor pariwisata dapat berkembang, investasi akan meningkat, dan pendapatan daerah dapat bertumbuh sehingga berbagai program pembangunan dan pelayanan publik dapat dijalankan secara maksimal.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung pentingnya pelestarian Kenari Alor yang baru saja memasuki tahapan penting dalam proses penetapan Indikasi Geografis. Ia menilai kenari merupakan komoditas unggulan sekaligus tanaman endemik yang menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat Alor.

READ:  Menembus Duka Gempa, Wagub NTT Pastikan Warga Flotim Tak Sendiri

“Hari ini saya menghadiri kegiatan terkait Indikasi Geografis Kenari Alor. Kenari merupakan tanaman endemik yang menjadi kekayaan daerah. Karena itu harus terus direplanting, dilestarikan, diolah, dan dikelola dengan baik sehingga memberikan manfaat ekonomi yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” katanya.

Kepada para mahasiswa, Wakil Gubernur menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan, penggerak inovasi, serta mitra pemerintah dalam pembangunan daerah.

Ia mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan, memperluas wawasan, dan mengasah keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

“Rajinlah membaca buku, rajin belajar, dan terus memperluas wawasan. Pengetahuan yang luas akan menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan masa depan,” pesannya.

READ:  Gerak Cepat PAN NTT untuk Korban Gempa, Ahmad Yohan Pimpin Penyaluran 5.000 Paket Sembako di 6 Wilayah

Selain penguasaan ilmu pengetahuan, mahasiswa juga didorong untuk mengembangkan berbagai soft skill seperti kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, kerja sama tim, dan kemampuan memecahkan masalah. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak diraih secara instan, melainkan melalui kerja keras, disiplin, komitmen, dan ketekunan.

Mengakhiri kuliah umum, Johni Asadoma mengajak mahasiswa membangun karakter yang kuat, menjunjung nilai-nilai moral dan spiritual, menghormati orang tua, serta menjauhi berbagai perilaku negatif yang dapat merusak masa depan.

Kuliah umum berlangsung interaktif dan mendapat sambutan antusias dari para mahasiswa. Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Alor, Wakil Gubernur NTT juga menyerahkan beasiswa kepada 10 mahasiswa Universitas Tribuana Kalabahi.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan lahir generasi muda yang berintegritas, inovatif, cinta damai, serta siap berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Alor dan Provinsi Nusa Tenggara Timur. (*) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *