Daerah  

Bali dan NTB Ulurkan Tangan untuk NTT, Bantuan Rp1 Miliar Lebih Tiba di Labuan Bajo

Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma saat menerima Gubernur Bali, Dr. Ir. Wayan Koster, dan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, tiba di Labuan Bajo, Rabu (20/8/2026), dengan membawa bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa.

Labuan Bajo, kanalkita.com — Solidaritas antardaerah kembali menguat di tengah masa tanggap darurat bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Gubernur Bali, Dr. Ir. Wayan Koster, dan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, tiba di Labuan Bajo, Rabu (20/8/2026), dengan membawa bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa.

Kedatangan kedua kepala daerah tersebut diterima langsung oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma di Gedung VIP Bandara Komodo Labuan Bajo.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan RCEO XI Bali Nusra Alexander J. Patty serta Staf Ahli Kabupaten Manggarai Barat, Gabriel Bagung.

Kehadiran Gubernur Bali dan Gubernur NTB menjadi simbol kuatnya kepedulian dan semangat gotong royong antardaerah dalam membantu masyarakat NTT yang tengah menghadapi situasi darurat akibat gempa bumi.

READ:  Wagub NTT Temui Diaspora di Bali, Tekankan Disiplin dan Harmoni Sosial

Pemerintah Provinsi NTB menyerahkan sejumlah bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Bantuan tersebut terdiri atas 1 ton beras, 230 dus air minum kemasan ukuran 660 mililiter, satu unit tenda posko, serta 60 dus mi instan.

Seluruh bantuan tersebut selanjutnya akan diserahterimakan melalui Posko Provinsi NTT di Kantor BPBD Kabupaten Manggarai Barat untuk didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Bali menyalurkan bantuan dengan total nilai mencapai Rp1 miliar. Bantuan tersebut terdiri atas Rp850 juta dalam bentuk bantuan tunai dan Rp150 juta berupa logistik serta peralatan penunjang penanganan bencana.

Dukungan dari Bali diharapkan dapat membantu pemerintah daerah memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana.

READ:  Lobi Maraton Wagub Johni Asadoma Berhasil, BNPB Gelontorkan Bantuan Jembatan Rp14,6 Miliar hingga Sumur Bor untuk NTT

Solidaritas juga datang dari sektor perbankan. Bank Mandiri melalui program donasi Livin’ Sukha berhasil menghimpun dana dari pegawai dan nasabah dengan nilai mencapai sekitar Rp300 juta untuk membantu masyarakat terdampak gempa di NTT.

Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Provinsi NTB, Bank Mandiri, serta seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat NTT.

“Bantuan dan kepedulian dari Bali, NTB, Bank Mandiri, serta berbagai pihak lainnya sangat berarti bagi masyarakat NTT. Ini menunjukkan bahwa dalam menghadapi bencana, kita tidak sendiri. Ada saudara-saudara kita yang hadir dan ikut merasakan apa yang sedang dialami masyarakat NTT,” ujar Johni Asadoma.

Menurut Wagub, semangat gotong royong yang ditunjukkan berbagai daerah dan elemen masyarakat menjadi kekuatan penting dalam mempercepat penanganan bencana dan pemulihan masyarakat terdampak.

READ:  Peduli Gempa Flores, TIDAR NTT dan Yayasan D’Asadoma Gerak Cepat Salurkan Bantuan ke Nagekeo

Pemerintah Provinsi NTT bersama BNPB, BPBD, pemerintah kabupaten, TNI, Polri, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat, lanjut Johni, akan terus memperkuat koordinasi agar setiap bantuan yang masuk dapat disalurkan secara cepat, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Yang paling penting sekarang adalah memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang mengungsi dan masih membutuhkan kebutuhan dasar,” tegasnya.

Kehadiran Gubernur Bali dan Gubernur NTB di Labuan Bajo tidak hanya membawa bantuan materi, tetapi juga menjadi dukungan moral bagi masyarakat NTT untuk bangkit dan pulih dari dampak bencana, sekaligus memperlihatkan kuatnya solidaritas antardaerah dalam menghadapi situasi kemanusiaan. (*) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *