Kupang, kanalkita.com- Penantian para peternak babi yang selama dua bulan terkendala mengirim ternaknya dari Kupang menuju Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, akhirnya berbuah hasil.
Sebanyak 525 ekor babi akhirnya dapat diberangkatkan dari Kupang menuju Waingapu pada Sabtu, 12 September 2026.
Jumlah tersebut terdiri dari 450 ekor babi yang sebelumnya terkendala pengiriman, kemudian ditambah 75 ekor lainnya.
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, mengatakan keberangkatan ratusan ternak tersebut merupakan hasil upaya dan fasilitasi yang dilakukan Pemprov NTT melalui dirinya.
Johni menjelaskan, persoalan pengiriman ternak babi tersebut mencuat saat rapat paripurna DPRD NTT. Dalam rapat tersebut, Pemprov NTT diwakili oleh dirinya.
Salah satu anggota DPRD NTT, Yunus Takandewa, saat itu meminta Pemprov NTT memfasilitasi pengiriman babi dari Kupang ke Waingapu.
Pasalnya, para peternak telah terkatung-katung di Kupang selama kurang lebih dua bulan. Kondisi tersebut dinilai sangat merugikan masyarakat karena peternak harus terus menanggung biaya pemeliharaan ternak.
“Isue ini mencuat saat rapat paripurna DPRD, yang mana Pemprop diwakili oleh Wagub. Saat itu salah satu anggota DPRD Yunus Takandewa meminta agar Pemprop memfasilitasi pengiriman babi dari Kupang ke Waingapu, karena para peternak sudah terkatung-katung di Kupang selama 2 bulan sehingga sangat merugikan masyarakat,” kata Johni Asadoma, Sabtu (12/8/2026).
Menindaklanjuti persoalan tersebut, Johni kemudian menggelar rapat koordinasi dengan instansi terkait di Kota Kupang.
Tidak hanya di tingkat daerah, Johni juga melakukan komunikasi dengan Kementerian Perhubungan, khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.
Langkah koordinasi dan komunikasi tersebut dilakukan untuk mencari solusi sehingga ternak milik masyarakat dapat segera dikirim ke Sumba Timur.
“Saya mengadakan rakor dengan instansi terkait di Kupang dan juga komunikasi dengan Kementerian Perhubungan, khususnya Dirjen Perhubungan Darat,” ujar Johni.
Menurut Johni, upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Ternak babi yang sebelumnya tertahan selama dua bulan kini dapat diberangkatkan.
“Hal ini kemudian ditindaklanjuti dan membuahkan hasil, hari ini semua babi yang semula 450 ekor, lalu ditambah lagi 75 ekor dapat diberangkatkan,” katanya.
Keberangkatan 525 ekor babi tersebut menjadi angin segar bagi para peternak yang sebelumnya menghadapi ketidakpastian pengiriman.
Pemprov NTT melalui fasilitasi Wagub Johni Asadoma berupaya memastikan persoalan yang berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat tersebut dapat segera diselesaikan melalui koordinasi lintas instansi. (*)

