Polemik Aspal Terbengkalai Sejak 2012 Tuntas, SMKN 3 Kalabahi Apresiasi Pemprov NTT dan Pemkab Alor

Polemik material aspal milik PT Adhi Karya yang terbengkalai di belakang SMK Negeri 3 Kalabahi, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya tuntas setelah diperjuangkan selama 14 tahun, sejak 2012 hingga 2026.

Kalabahi, kanalkita.com – Polemik material aspal milik PT Adhi Karya yang terbengkalai di belakang SMK Negeri 3 Kalabahi, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya tuntas setelah diperjuangkan selama 14 tahun, sejak 2012 hingga 2026.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMKN 3 Kalabahi, Muhammad Isnaini Asa, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Alor atas penyelesaian persoalan tersebut.

Dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026), Muhammad Asa menjelaskan, keberadaan tumpukan aspal selama bertahun-tahun menimbulkan kekhawatiran bagi pihak sekolah dan masyarakat sekitar.

Material tersebut disebut kerap mengalami kebakaran setiap tahun sehingga berpotensi mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM), aktivitas masyarakat, hingga pelayanan di Puskesmas Mebung.

READ:  Warga NTT di Jakarta Galang Rp1 Miliar untuk Bantu Anak Stunting

Menurutnya, pihak sekolah telah berulang kali mengajukan permohonan pemindahan material aspal melalui surat kepada Pemerintah Kabupaten Alor, Pemerintah Provinsi NTT, serta sejumlah anggota DPR sejak 2012.

“Permohonan pemindahan aspal ini sudah kami lakukan berulang kali sejak tahun 2012. Kami sudah bersurat kepada Pemerintah Kabupaten Alor, Pemerintah Provinsi NTT, dan beberapa anggota DPR. Hingga akhirnya, pada penghujung tahun 2026, doa dan perjuangan kami terjawab,” ungkap Muhammad Asa.

Ia menjelaskan, perjuangan tersebut telah melewati beberapa periode kepemimpinan gubernur, mulai dari pemerintahan Frans Lebu Raya hingga kepemimpinan Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma.

Atas penyelesaian persoalan itu, pihak sekolah menyampaikan terima kasih kepada pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi lingkungan pendidikan di SMKN 3 Kalabahi.

READ:  Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis Gaungkan Gerakan Cinta Literasi di SD Generasi Bangsa

“Atas nama sekolah dan seluruh guru, kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT, khususnya Wakil Gubernur Johni Asadoma, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Bely, atas perhatian dan dukungannya sehingga persoalan aspal milik PT Adhi Karya yang terbengkalai di belakang SMKN 3 Kalabahi akhirnya dapat diselesaikan dengan baik,” ujarnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Kabupaten Alor, Zefry Danuisang, turut mengapresiasi penyelesaian persoalan yang selama bertahun-tahun membayangi lingkungan SMKN 3 Kalabahi tersebut.

Ia mengatakan, penyelesaian dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Alor. Proses pengangkutan material aspal dari lokasi sekolah pun telah rampung.

READ:  Wagub Johni Asadoma Minta OPD Tindak Lanjuti Isu Strategis Perbatasan, dari Jalan Tol hingga Blok Masela

“Persoalan aspal yang selama ini dialami SMKN 3 Kalabahi akhirnya dapat diselesaikan melalui Dinas PU Kabupaten Alor. Proses pengangkutan material aspal juga sudah selesai,” ungkap Zefry.

Penyelesaian persoalan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman bagi siswa, guru, serta tenaga kependidikan. Selain itu, kondisi lingkungan yang lebih baik diharapkan turut mendukung kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar sekolah dan Puskesmas Mebung.

Dengan selesainya pengangkutan material aspal tersebut, pihak SMKN 3 Kalabahi berharap lingkungan pendidikan tetap terjaga dan persoalan serupa tidak kembali terjadi pada masa mendatang. (*) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *