Wali Kota Kupang Lantik Pengurus PHBI, Tegaskan Keberagaman Adalah Kekuatan Kota

Wali Kota Kupang, Christian Widodo melantik pengurus Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Kupang periode 2025–2030 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Sabtu (14/3).

KUPANG – Wali Kota Kupang, Christian Widodo melantik pengurus Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Kupang periode 2025–2030 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Sabtu (14/3). 

Dalam pelantikan tersebut, Bustaman, S.STP., M.M., resmi dipercaya sebagai Ketua PHBI Kota Kupang bersama jajaran pengurus masa bakti lima tahun ke depan.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Kupang H. Muhammad MS, anggota DPRD Kota Kupang Amiruddin La Oda, Muhammad Ramli dan Ahmad Thalib, Ketua Dewan Masjid Indonesia H. Alimuddin, perwakilan Forkopimda Kota Kupang, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang Hengky C. Malelak, serta para kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa pelantikan pengurus PHBI bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan, melainkan amanah moral untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam menjaga nilai-nilai keagamaan sekaligus merawat keberagaman di Kota Kupang.

READ:  Dampingi Wapres Gibran, Gubernur–Wagub NTT Dorong Pendidikan dan Pertanian Modern di Kabupaten Kupang

“Bagi saya hari ini bukan sekadar pelantikan seremonial, tetapi ada tanggung jawab moral bahwa PHBI akan hadir di tengah masyarakat untuk merajut keberagaman dan menjaga nilai-nilai keagamaan di Kota Kupang,” ujar Christian Widodo.

Ia mengapresiasi kontribusi PHBI selama ini yang dinilai turut membantu pemerintah dalam menjaga kerukunan antar umat beragama. Menurutnya, Kota Kupang telah dikenal sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi dan inklusivitas.

“Keberagaman di Kota Kupang bukan penghalang, tetapi kekuatan. Keberagaman bukan menjadi jarak, tetapi menjadi jembatan yang semakin menguatkan kita sebagai masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menekankan bahwa PHBI tidak hanya berperan sebagai penyelenggara kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai penjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

READ:  Bantuan Pangan di Kupang Naik 87 Persen, Wali Kota: Ini Bukti Nyata Negara Hadir untuk Rakyat

Ia menjelaskan bahwa harmoni tidak berarti menyeragamkan perbedaan, melainkan menciptakan keseimbangan dalam keberagaman. Setiap individu memiliki keunikan masing-masing yang jika dipadukan dengan baik akan menciptakan kehidupan yang harmonis.

“Harmoni itu bukan sama, tetapi seimbang. Seperti nada-nada dalam sebuah lagu yang berbeda-beda namun ketika berpadu menghasilkan harmoni yang indah,” jelasnya.

Christian Widodo juga mengibaratkan Kota Kupang sebagai sebuah kanvas besar dengan masyarakat sebagai warna-warna yang beragam. Ketika semua unsur bersatu dalam komposisi yang tepat, maka akan tercipta “lukisan indah” berupa kota yang damai, harmonis, dan penuh persaudaraan.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk mendukung kegiatan keagamaan yang diselenggarakan PHBI, termasuk memberikan dukungan bagi pelaksanaan malam takbiran.

READ:  Langkah Wagub NTT di Bali: Soroti Pendidikan Anak hingga Kehidupan Pekerja Bedeng

“Saya sudah meminta bagian Kesra agar dapat mengupayakan dukungan untuk kegiatan ini. Pemerintah Kota Kupang menyiapkan bantuan untuk pelaksanaan malam takbiran,” ungkapnya.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota menyampaikan selamat kepada Bustaman beserta seluruh pengurus PHBI yang baru dilantik. Ia berharap amanah tersebut dapat dijalankan dengan baik demi kemaslahatan umat dan semakin memperkuat nilai persaudaraan di Kota Kupang.

Ia juga mengutip pesan tokoh nasional Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, bahwa kebaikan sejati tidak memandang perbedaan agama maupun suku.

“Jika kamu bisa melakukan hal baik untuk orang lain, orang tidak pernah bertanya apa agamamu atau sukumu,” pungkasnya. (*) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *