JAKARTA – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Partai Amanat Nasional (PAN) yang digelar di Jakarta pada 31 Maret 2026 menjadi panggung penting konsolidasi nasional sekaligus penegasan arah gerakan politik partai ke depan.
Dalam forum strategis tersebut, PAN tidak hanya merumuskan langkah politik menghadapi dinamika nasional, tetapi juga memberikan apresiasi kepada kader-kader berprestasi yang dinilai berhasil menggerakkan organisasi dan basis relawan di daerah.
Salah satu penghargaan paling bergengsi diraih Ahmad Yohan, atau yang akrab disapa Bang AYO. Ia dinobatkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) terbaik se-Indonesia dalam kategori Penggerak Relawan.
Penghargaan ini menjadi bukti konkret atas kerja nyata, militansi, dan konsistensi Ahmad Yohan dalam membangun serta menggerakkan jaringan relawan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Capaian tersebut sekaligus memperkuat posisi PAN NTT sebagai kekuatan politik yang terus bertumbuh dan memberi kontribusi bagi masyarakat.
Tak hanya itu, Rakernas II PAN juga menetapkan Ahmad Yohan bersama Pasha Ungu sebagai Ikon Penggerak Relawan PAN tingkat nasional. Penunjukan ini menandai semakin besarnya peran figur-figur inspiratif dalam memperkuat basis gerakan partai.
Penetapan kedua tokoh ini juga mencerminkan bangkitnya energi generasi muda dalam mendorong PAN menjadi partai yang lebih progresif, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan rakyat.
Bagi kader PAN di NTT, prestasi yang diraih Ahmad Yohan menjadi suntikan semangat sekaligus motivasi untuk terus bergerak. Mereka menilai bahwa tantangan geografis bukan lagi hambatan, melainkan pemicu untuk bekerja lebih keras, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan politik yang berpihak pada masyarakat kecil.
Para penggerak relawan PAN NTT pun menegaskan komitmennya untuk menjaga konsistensi perjuangan. Rakernas II ini dipandang sebagai bukti bahwa setiap kerja kader memiliki nilai strategis dan akan tercatat dalam perjalanan politik nasional.
Ke depan, kader PAN NTT berharap capaian ini menjadi titik tolak untuk memperluas pengaruh dan memperkuat peran sebagai motor penggerak perubahan, baik di tingkat daerah maupun nasional. (*)

