Berita  

KM. Egon Sandar di Lewoleba; Antara Harapan AXEL dan Janji Bupati Lembata

Lembata, kanalkita – Kapal Roll On – Roll off (Ro-Ro) milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), KM Egon akhirnya sandar di Pelabuhan Laut Lewoleba, Sabtu siang, 31 Oktober 2026, sekitar pukul 14.00 Wita.

Kehadiran KM Egon di Lembata dalam rangka melayani penumpang terdampak insiden KM Lawit yang menyenggol dermaga di Pelabuhan IPPI Ende, pada Kamis 29 Oktober 2026 lalu.

Meski dalam kepentingan deviasi atau pengalihan rute darurat, namun kehadiran KM Egon di pelabuhan laut Lewoleba juga dilihat sejumlah pihak sebagai sebuah harapan yang terwujud.

Pasalnya, jauh sebelum sandar di Pelabuhan Lewoleba untuk deviasi penumpang KM Lawit, nama KM Egon sempat diwacanakan oleh sekelompok warga di Lembata yang menamakan diri, Aliansi Ekspedisi Lembata atau AXEL.

Wacana tersebut hadir pasca kerusakan Pelabuhan Ferry Waijarang. AXEL menyarankan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata agar melobi pihak Pelni Pusat dan Dirjen Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan RI agar dapat menambah rute KM Egon ke Pelabuhan Ippi Ende selanjutnya ke Pelabuhan Lewoleba, Lembata yang selama ini hanya melayani rute Surabaya – Lembar – Waingapu.

READ:  Ramaikan Pelantikan PAN NTT, Kampung Maleset Tegaskan Dukungan Penuh untuk Ahmad Yohan

Tidak hanya mengusulkan kepada PemdaLembata, AXEL saat itu bahkan berdialog dengan pihak PT Pelni Sub Cabang Lembata untuk mendapatkan informasi terkait usulan tersebut.

Dialog ini disambut baik oleh Kepala Pelni Sub Cabang Lembata yang dijabat Figur Sahara Fahrul Ridho saat itu. Bahkan Ridho sendiri menjamin untuk mengusulkan ke Pelni pusat, selanjutnya terkait rute akan berproses sesuai kewenangan di Dirjen Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan RI.

Namun sayangnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata melalui Bupati Lembata, Kanisius Tuaq bersama Ketua Komisi III DPRD Lembata, Abdurrahman Muhammad malah banting stir dan mengincar KMP Portlink III, kapal Ro-Ro milik PT ASDP Indonesia Ferry.

READ:  Solusi Damai Tambang Noenasi: Kades Noenasi Ajak Masyarakat Kedepankan Musyawarah dan Persaudaraan

Bupati Kanis dan Abdurahman bertemu langsung Heru Widodo selaku Direktur Utama PT ASDP di Jakarta awal Mei 2026. Pertemuan tersebut membahas pembukaan rute panjang (Long Distance Ferry) yang menghubungkan Surabaya – Lewoleba.

Berikut, sebuah pertemuan di Kuma Resort, Lembata pertengahan Juni 2026 antara PT ASDP Indonesia Ferry dengan Pemda Lembata dan pelaku usaha, Bupati Kanis yakin bahwa KMP Portlink III akan beroperasi perdana Oktober 2026 dan sandar di Pelabuhan Lewoleba 12 Oktober bertepatan dengan HUT Kabupaten Lembata.

Faktanya, kapal Ro-Ro yang sandar di Pelabuhan Laut Lewoleba persis di akhir Oktober adalah KM Egon yang pernah diwacanakan Aliansi Ekspedisi Lembata.

READ:  Masuk Kawasan Tertentu, Kompleks Rujab Bupati Harus Bersih Dari Ternak

Broin Tolok, aktivis AXEL ketika dimintai komentarnya saat menyaksikan KM Egon sandar manis di pelabuhan Lewoleba, mengatakan lebih realistis mengusulkan penambahan rute ke KM Egon daripada membuka lintasan baru dengan Long Distance Surabaya – Lewoleba.

“Lebih realistis itu tambah rute KM Egon. Kapalnya sudah ada, rutenya sudah dekat, tinggal deviasi ke Lewoleba. Kalau buka rute baru Long Distance Surabaya-Lewoleba itu butuh kajian panjang, biaya besar, dan belum tentu disetujui. Buktinya hari ini yang sandar KM Egon, bukan Portlink III,” tegas Broin.

Dengan sandarnya KM Egon, AXEL berharap Pemda Lembata kembali fokus melobi Pelni Pusat dan Kemenhub RI agar penambahan rute Waingapu – Ende – Lewoleba bisa menjadi rute permanen KM Egon, bukan sekadar deviasi darurat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *