Festival Lamaholot Dibuka di Kupang, Wagub NTT Tegaskan Identitas Budaya Harus Jadi Motor Pembangunan

Tampak Wagub NTT Johni Asadoma, Gubernur NTT Melki Laka Lena, Ketua DPRD NTT Emi Nomleni, dan pengurusan Keluarga Besar Lamaholot (Kabela) Kupang. Mereka hadir dalam kegiatan Seminar Nasional dan Pelantikan Pengurus Kabela Kupang. Jumat, (10/4/2026) di GOR Oepoi Kupang.

Kupang — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma menghadiri sekaligus membuka Festival Budaya Lamaholot yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional, Expo Lamaholot, serta pelantikan pengurus Keluarga Besar Lamaholot (KABELA) Kupang.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan, Gubernur NTT Melki Laka Lena, Ketua DPRD Provinsi NTT Emi Nomleni, Bupati Lembata Kanis Tuaq, Bupati Flores Timur Anton D. Dihen, perwakilan Pemerintah Kabupaten Alor, serta unsur Pemerintah Kota Kupang. Hadir pula Ketua KABELA Don Ara Kian, tokoh adat, sesepuh, dan masyarakat Lamaholot dari lima wilayah (Wattan) yakni Lembata, Solor, Flores Timur daratan, Adonara, dan Alor.

READ:  Dapat Suntikan Australia, Cricket NTT Genjot Skill Atlet dan Standar Lapangan Internasional

Dalam kapasitasnya sebagai Penasehat KABELA, Johni menegaskan bahwa Festival Lamaholot bukan sekadar seremoni budaya, melainkan momentum refleksi jati diri dan penguatan arah pembangunan komunitas Lamaholot.

Ia mengawali sambutannya dengan ungkapan syukur, sekaligus menekankan bahwa identitas Lamaholot tidak hanya dilihat dari asal geografis, tetapi juga mencerminkan cara hidup, pola pikir, serta relasi sosial yang berakar kuat pada nilai-nilai leluhur.

“Masyarakat Lamaholot hidup dalam ikatan lewo tana yang kuat. Inilah sumber identitas, solidaritas, dan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya menjaga adat sebagai pedoman hidup, namun tetap adaptif terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, adat tidak hanya mengatur hubungan antarmanusia, tetapi juga hubungan dengan alam dan Sang Pencipta.

READ:  Wagub NTT Johni Asadoma Tantang Siswa SMK Sabu Barat: Stop Malas, Perbanyak Baca Buku dan Kuasai Bahasa Inggris!

“Adat harus terus hidup dan relevan. Jangan sampai menjadi beban, tetapi justru menjadi kekuatan dalam menghadapi perubahan,” tegasnya.

Mantan Kapolda NTT itu juga menyoroti nilai spiritualitas masyarakat Lamaholot yang dinilai mampu berjalan seiring dengan sikap terbuka terhadap keberagaman. Nilai tersebut dianggap sebagai fondasi penting dalam menjaga harmoni sosial di tengah dinamika modern.

Selain itu, ia mengapresiasi karakter pekerja keras masyarakat Lamaholot yang terbentuk dari berbagai tantangan geografis dan keterbatasan. Hal ini, menurutnya, terbukti dari keberhasilan putera-puteri Lamaholot di berbagai bidang.

Dalam konteks pembangunan, ia mengajak masyarakat Lamaholot, khususnya yang berada di Kota Kupang, untuk tidak berhenti pada kebanggaan identitas semata. Ia mendorong peran aktif dalam membangun daerah asal dengan menjadi jembatan antara kampung dan kota, serta antara tradisi dan modernitas.

READ:  Dipercaya Wakili 15 Kepala Daerah, Wali Kota Kupang Tegaskan LKPD Bukan Sekadar Administrasi, Tapi Tanggung Jawab Moral

Ia juga berharap kegiatan seperti Seminar Nasional dan Expo Lamaholot mampu mengintegrasikan kekuatan budaya dengan potensi ekonomi, sehingga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

“KABELA harus menjadi rumah bersama—bukan hanya tempat berkumpul, tetapi ruang untuk bertumbuh, berjejaring, dan membangun masa depan komunitas,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Johni berharap Festival Lamaholot menjadi titik awal gerakan kolektif masyarakat dalam membangun diri, memperkuat komunitas, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan Nusa Tenggara Timur. (*) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *