Flotim – Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma turun langsung meninjau sekaligus menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa bumi di wilayah Solor dan Adonara, Kabupaten Flores Timur, Kamis (16/4/2026).
Peninjauan dilakukan di empat titik terdampak, yakni Desa Moton Wutun dan Desa Watubuku di Kecamatan Solor Timur, serta Desa Terong dan Desa Lamahala Jaya di Kecamatan Adonara Timur.
Kunjungan ini menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam merespons cepat bencana yang menimpa warga.
Wakil Gubernur Johni Asadoma didampingi sejumlah pejabat dari Pemerintah Provinsi NTT, antara lain Kepala Dinas Sosial Rosye Maria Hedwine, Kepala Dinas PUPR Beni Nahak, Kabid Penanganan Bencana Adrianus Pa, Kabid Perumahan dan Permukiman Buce Fanggidae, serta Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Syafrudin Herman.
Turut hadir pula jajaran Pemerintah Kabupaten Flores Timur, termasuk Wakil Bupati Ignasius Boli Uran, Sekretaris Daerah Petrus Pedro Maran, para asisten daerah, Kepala Dinas Sosial Flores Timur Benediktus Bolipan Herin, serta unsur TNI-Polri.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 yang mengguncang wilayah Adonara dan Solor pada 8 April 2026 pukul 23.17 WIB mengakibatkan kerusakan signifikan.
Tercatat sebanyak 30 fasilitas umum dan 591 rumah warga mengalami kerusakan. Sebanyak 3.424 warga terpaksa mengungsi karena rumah tidak lagi layak huni dan demi menghindari potensi gempa susulan.
Selain kerusakan fisik, bencana ini juga menyebabkan 18 warga mengalami luka ringan. Para korban tersebar di 16 desa yang berada di Kecamatan Adonara Timur dan Solor Timur.
Dalam kunjungannya, Wakil Gubernur Johni Asadoma meninjau langsung kondisi rumah warga yang rusak serta menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat terdampak.
Mantan Kapolda NTT itu juga mengimbau warga untuk tetap berada di lokasi pengungsian dan tidak memaksakan diri kembali ke rumah yang mengalami keretakan.
“Kami minta masyarakat tetap mengutamakan keselamatan. Jangan kembali ke rumah sebelum dipastikan aman,” katanya.
Purnawirawan Polri ini juga mengingatkan para camat dan kepala desa untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pembangunan rumah yang lebih kokoh dan tahan gempa, sebagai langkah mitigasi menghadapi bencana di masa mendatang.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Provinsi NTT turut menyalurkan berbagai bantuan logistik, antara lain beras, paket sembako, family kit, serta tenda dan terpal guna memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.
Langkah cepat ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana di Flores Timur. (*)

