Waikabubak – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma bersama Ibu Vera Sirait Asadoma mengunjungi Kampung Adat Yaro Wora di Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Sabtu (14/3/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi kampung adat yang dilanda kebakaran pada 5 Desember 2025 lalu. Dalam peristiwa itu, sebanyak 28 rumah adat hangus terbakar. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Kampung Adat Yaro Wora atau Waru Wora sendiri memiliki 36 rumah adat yang dihuni sekitar 60 kepala keluarga. Bagi masyarakat setempat, rumah adat tidak sekadar menjadi tempat tinggal, tetapi juga merupakan simbol identitas budaya, ruang kehidupan sosial, serta warisan leluhur yang memiliki nilai sakral.
Dalam kesempatan itu, Johni Asadoma mengaku prihatin atas musibah yang menimpa masyarakat kampung adat tersebut.
“Saya sedih ketika melihat peristiwa kebakaran ini melalui pemberitaan di media. Apinya sangat besar dan banyak rumah yang terbakar. Ini tentu menjadi peristiwa yang sangat berat bagi masyarakat di sini. Karena itu hari ini saya datang untuk melihat langsung kondisi bapa mama semua,” ujarnya.
Menurutnya, kebakaran tersebut tidak hanya menghilangkan tempat tinggal masyarakat, tetapi juga merusak situs budaya yang memiliki nilai penting bagi kehidupan masyarakat adat.
Wagub pun mendorong agar proses pembangunan kembali rumah-rumah adat yang terbakar dapat segera dilakukan dengan tetap memperhatikan nilai-nilai adat dan budaya setempat.
Pada kesempatan itu, ia juga menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga yang sedang mengalami musibah.
“Bantuan ini mungkin tidak seberapa, tetapi semoga dapat membantu dan meringankan beban bapa mama semua. Tetap semangat dan terus saling mendukung untuk membangun kembali kampung ini,” katanya.
Selain itu, Wagub juga menyempatkan diri berinteraksi dengan anak-anak di kampung tersebut dan berpesan agar mereka tetap rajin belajar.
“Anak-anak harus rajin belajar dan rajin ke sekolah. Setiap hari tetap belajar supaya kelak bisa menjadi generasi yang pintar dan berguna bagi daerah,” pesannya.
Terkait rencana pembangunan kembali kampung adat tersebut, Johni mengatakan Pemerintah Provinsi NTT akan memberikan dukungan serta berkoordinasi dengan Kementerian Kebudayaan untuk membantu proses pembangunan kembali rumah adat yang terbakar.
Sementara itu, Kepala Desa Patiala Bawa, Luther Laku Nija, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Wakil Gubernur yang datang langsung melihat kondisi masyarakat di Kampung Adat Yaro Wora.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Bapak Wakil Gubernur bersama rombongan di kampung kami. Ini menjadi penguatan bagi masyarakat yang sedang berusaha bangkit setelah mengalami kebakaran pada 5 Desember 2025 lalu,” ujarnya.
Ia menambahkan masyarakat tetap bersemangat membangun kembali rumah adat yang terbakar, terlebih dengan adanya dukungan dari pemerintah daerah.
Menurut Luther, pada 17 Maret mendatang masyarakat akan melaksanakan ritual adat sebagai tanda dimulainya pembangunan kembali kampung adat tersebut. Ritual itu akan ditandai dengan kegiatan adat pukul gong yang berlangsung selama tujuh hari.
Tinjau NTT Mart dan Pasar Weekarou
Usai meninjau Kampung Adat Yaro Wora, Wakil Gubernur Johni Asadoma juga mengunjungi Gerai NTT Mart by Dekranasda Sumba Barat untuk melihat langsung operasional gerai tersebut.
Ia menegaskan bahwa NTT Mart merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penguatan produk-produk UMKM lokal.
“Sekarang setiap kali ada kunjungan ke daerah, saya selalu menyempatkan diri mengunjungi NTT Mart dan membeli oleh-oleh. Ini bagian dari upaya kita menggerakkan ekonomi lokal karena semua produk yang dijual merupakan produk UMKM daerah,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar semakin banyak pelaku UMKM memasarkan produknya melalui NTT Mart sehingga gerai tersebut dapat menjadi etalase produk lokal Nusa Tenggara Timur.
Di akhir kunjungannya, Wagub juga meninjau Pasar Weekarou di Kota Waikabubak. Ia melihat langsung aktivitas pasar dan berinteraksi dengan para pedagang.
Dalam kesempatan itu, Johni juga membeli sejumlah kebutuhan dari pedagang sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di pasar tradisional.
Menurutnya, pasar merupakan salah satu pusat perputaran ekonomi masyarakat yang perlu terus diperhatikan dan dijaga keberlangsungannya. (*)

