Kuala Lumpur, Kanalkita.com – Di tengah sorotan ACC Women’s Premier Cup 2026, nama Derni Rambu Bangi kembali menggema.
Atlet cricket asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu tampil luar biasa dan menjadi aktor utama di balik kemenangan telak Tim Nasional Cricket Putri Indonesia atas Kuwait di Selangor Turf Club, Kuala Lumpur.
Sore itu, Indonesia tidak hanya meraih kemenangan. Garuda Putri menunjukkan kelasnya sebagai salah satu kekuatan yang patut diperhitungkan di Asia. Namun di balik dominasi tersebut, ada sosok Derni Bangi yang berdiri sebagai penentu arah pertandingan.
Saat Kuwait berusaha membangun fondasi permainan, Derni datang membawa tekanan. Dengan ketenangan dan akurasi yang menjadi ciri khasnya, ia menghancurkan harapan lawan sedikit demi sedikit.
Dalam empat over yang dijalani, Derni hanya memberikan lima run dan merebut empat wicket, termasuk dua maiden over yang membuat para pemukul Kuwait kesulitan menemukan ritme permainan.
Empat wicket yang diraih Derni bukan sekadar angka statistik. Ia menjatuhkan pemain-pemain penting Kuwait seperti Priyada Murali, Zeefa Jilani, Suchitha Lita D Sa, dan Balasubramani Shanti.
Setiap wicket menjadi pukulan telak yang mengikis kepercayaan diri lawan hingga akhirnya Kuwait hanya mampu mengumpulkan 60 run dengan kehilangan sembilan wicket dalam 20 over.
Penampilan gemilang itu membuat Derni dinobatkan sebagai Player of the Match. Sebuah penghargaan yang menegaskan bahwa kemenangan Indonesia berawal dari tangan dinginnya dalam mengendalikan permainan.
Setelah para bowler menyelesaikan tugas dengan sempurna, para batter Indonesia tinggal menyempurnakan pesta kemenangan.
Rahmawati Pangestuti tampil agresif dengan torehan 36 run dari 22 bola, sementara Desi Wulandari menambah 25 run dari 31 bola.
Tanpa kehilangan satu wicket pun, Indonesia menembus target 61 run hanya dalam 8,5 over dan menutup pertandingan dengan kemenangan 10 wicket.
Bagi masyarakat NTT, prestasi Derni memiliki makna lebih dalam. Ia menjadi bukti bahwa atlet dari daerah timur Indonesia mampu berdiri sejajar dan bersinar di panggung internasional.
Ketua Persatuan Cricket Indonesia (PCI) NTT, Dr. Inche D. P. Sayuna, S.H., M.Hum., M.Kn., menilai pencapaian tersebut sebagai buah dari kerja keras dan pembinaan yang berkelanjutan.
“Prestasi Derni Bangi menunjukkan bahwa talenta cricket dari Nusa Tenggara Timur memiliki kualitas, mental bertanding, dan daya saing yang mampu berbicara di level internasional. Empat wicket dalam pertandingan penting seperti ini adalah bukti kerja keras, disiplin, dan semangat juang yang luar biasa. Kami sangat bangga dan berharap capaian ini menginspirasi lebih banyak atlet muda NTT,” ujarnya.
Senada dengan itu, Sekretaris Umum PCI NTT, Drs. Ambo, M.Si., menyebut keberhasilan Derni sebagai bukti nyata bahwa pembinaan atlet di daerah dapat melahirkan pemain berkelas internasional.
Menurutnya, keberhasilan Derni menjadi motivasi bagi PCI NTT untuk terus memperkuat program pembinaan dan memperluas kesempatan bagi generasi muda NTT meniti prestasi melalui olahraga cricket.
Di tengah perjalanan turnamen yang masih panjang, Derni Bangi kembali menunjukkan mengapa dirinya menjadi salah satu senjata utama Indonesia. Bukan hanya karena kemampuannya merebut wicket, tetapi juga karena keberaniannya mengambil tanggung jawab di momen-momen krusial.
Dari Nusa Tenggara Timur menuju Kuala Lumpur, Derni Bangi telah menulis kisah yang membanggakan.
Empat wicket yang diraihnya bukan sekadar catatan pertandingan, melainkan simbol bahwa mimpi besar dapat lahir dari mana saja, termasuk dari lapangan-lapangan cricket di NTT yang terus melahirkan talenta untuk Indonesia. (*)

