Dorong Produk Gula Merah Naik Kelas, Tim PKM Undana Gelar Pemberdayaan Masyarakat di Rote Ndao

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) melaksanakan kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal gula merah di Desa Lalukoen, Kabupaten Rote Ndao, pada 28 September 2026.

Rote Ndao, kanalkita.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) melaksanakan kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal gula merah di Desa Lalukoen, Kabupaten Rote Ndao, pada 28 September 2026.

Kegiatan ini mengusung tema “Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Gula Merah melalui Penguatan Branding dan Digital Marketing untuk Mendukung Penurunan Kemiskinan dan Peningkatan Kesejahteraan Sosial di Desa Lalukoen Kabupaten Rote Ndao.”

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Lalukoen ini dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Lalukoen, Markus Amalo, S.H. Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya untuk mendorong pengembangan potensi ekonomi lokal melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya dalam pengelolaan dan pemasaran produk gula merah.

Gula merah merupakan salah satu produk lokal yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk unggulan desa. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan strategi branding yang tepat, pemanfaatan teknologi digital, serta pengemasan produk yang menarik agar mampu meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pasar.

READ:  Wagub NTT Mendarat di Rote Ndao, Langsung Tinjau Infrastruktur dan Buka Program Ekonomi Desa

Dalam kegiatan ini, Tim PKM Undana memberikan sejumlah materi yang berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. 

Materi pertama membahas konsep branding, yang menekankan pentingnya membangun identitas produk, menciptakan ciri khas, serta membentuk citra produk yang mudah dikenali dan diingat oleh konsumen.

Materi kedua membahas pemasaran digital (digital marketing). Masyarakat diperkenalkan pada pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi dan pemasaran produk.

Melalui strategi pemasaran digital, pelaku usaha diharapkan dapat menjangkau konsumen yang lebih luas, meningkatkan pengenalan produk gula merah Desa Lalukoen, serta membuka peluang pemasaran di luar wilayah desa.

Selanjutnya, peserta mendapatkan materi mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung promosi produk. Materi ini memperkenalkan penggunaan teknologi AI sebagai alat bantu dalam menghasilkan ide promosi, menyusun narasi pemasaran, membuat konsep konten digital, dan mendukung pengembangan materi promosi produk desa secara lebih kreatif dan efisien.

READ:  Wagub Johni Asadoma: Sekolah Vokasi Harus Jadi Pusat Produksi, Bukan Sekadar Tempat Belajar

 Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat membantu masyarakat beradaptasi dengan perkembangan pemasaran modern.

Materi terakhir berfokus pada pengemasan produk (packaging). 

Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya kemasan yang menarik, informatif, dan sesuai dengan karakteristik produk. Pengemasan tidak hanya berfungsi untuk melindungi produk, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun identitas merek, meningkatkan daya tarik konsumen, dan memperkuat nilai jual produk gula merah.

Kegiatan PKM ini dilaksanakan oleh tim dari Universitas Nusa Cendana yang terdiri atas Fransina W. Ballo, S.E., M.E. selaku ketua tim, bersama anggota Cicilia A. Tungga, M.Ec.Dev., Olivia L. Eunike Tomasowa, S.E., M.E., Dyah Wahyu Nastiti, S.E., M.Sc., dan Sonia Virgarini Nawi, M.E.

Melalui kegiatan ini, Tim PKM Undana berharap masyarakat Desa Lalukoen semakin memahami pentingnya inovasi dalam pengembangan produk lokal, mulai dari pembentukan identitas merek, strategi pemasaran digital, pemanfaatan teknologi AI, hingga pengemasan produk yang kompetitif.

READ:  Wagub Johni Asadoma Tantang Siswa SMK Negeri 6 Kupang Jadi Pengusaha Muda

Penguatan kapasitas tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha yang lebih luas, meningkatkan nilai tambah produk gula merah, serta mendorong peningkatan pendapatan masyarakat. 

Dalam jangka panjang, pengembangan potensi ekonomi lokal yang didukung oleh strategi pemasaran dan inovasi produk diharapkan dapat berkontribusi terhadap upaya penurunan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat Desa Lalukoen.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, dengan menghadirkan pengetahuan dan inovasi yang dapat diterapkan untuk mendukung pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Dengan adanya kegiatan ini, potensi gula merah Desa Lalukoen diharapkan tidak hanya menjadi produk yang dipasarkan secara konvensional, tetapi juga berkembang menjadi produk lokal yang memiliki identitas kuat, kemasan menarik, dan jangkauan pemasaran yang lebih luas melalui pemanfaatan teknologi digital. (*) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *