Berita  

Empat Putri NTT Tembus Timnas Cricket Indonesia, Harumkan Daerah di Panggung Dunia

Ketua PCI NTT Dr. Inche D. P Sayuna

KUPANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Empat atlet cricket putri dari daerah ini resmi terpilih memperkuat Tim Nasional (Timnas) Cricket Putri Indonesia dan bersiap tampil di sejumlah kejuaraan dunia.

Keempat atlet tersebut yakni Stevania Enjelita Dira, Elisabet Djara, Clarisye Amelinda Bilistolen, dan Seli Nge Leba. Mereka lolos seleksi nasional yang digelar di Kota Kupang, setelah menjalani pemantauan langsung oleh pelatih cricket asal Pakistan, Akash Fernandez, yang dikirim oleh Dewan Cricket Indonesia.

Ketua Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Provinsi NTT, Dr. Inche D. P. Sayuna, Senin (9/2/2026), mengungkapkan bahwa seleksi ini bermula dari surat resmi PCI Pusat yang meminta PCI NTT menyiapkan atlet potensial.

“Pada Januari 2026, Dewan Cricket Indonesia mengirim satu coach dari Pakistan untuk melakukan seleksi. Kami mengajukan delapan atlet dan akhirnya empat atlet dinyatakan lolos,” ujar Inche Sayuna.

READ:  Dubes Australia Tinjau Pembinaan Cricket, Ketua PCI NTT Harap Dukungan Berlanjut Menuju PON 2028

Saat ini, keempat atlet tersebut telah diberangkatkan ke Denpasar, Bali, untuk mengikuti pemusatan latihan bersama atlet nasional lainnya sebelum turun di ajang internasional. Tahun ini, Timnas Cricket Putri Indonesia dijadwalkan mengikuti sedikitnya dua kejuaraan dunia.

“Empat atlet saya ini mudah-mudahan selalu sehat dan kuat, serta mampu membawa nama NTT di kejuaraan dunia cricket,” tambahnya.

Meski cricket belum menjadi olahraga populer di NTT dan masih minim sarana pendukung, Inche Sayuna menilai potensi atlet muda di daerah ini sangat besar. Ia pun bersyukur atlet NTT mendapat kesempatan tampil di level nasional.

Sebagai bentuk keseriusan membangun ekosistem cricket di daerah, PCI NTT saat ini tengah membangun lapangan cricket bertaraf internasional bekerja sama dengan Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang. Lapangan tersebut dibangun di atas lahan seluas enam hektare di Kabupaten Kupang dan menjadi bagian dari persiapan menyambut PON 2028 di NTT.

READ:  Kepala Dinas PMD Bandel, Wakili Gubernur Buka Kegiatan di Malaka Tapi Tak Baca Sambutan

“Kami membangun lapangan ini secara mandiri karena memahami kondisi APBD yang terbatas. Desain lapangan dikerjakan oleh dewan arsitek yang kami siapkan,” jelas Inche Sayuna.

Lapangan cricket ini direncanakan memiliki tiga arena, terdiri dari dua lapangan outdoor dan satu indoor. Saat ini, satu lapangan telah mencapai sekitar 80 persen pengerjaan. Seluruh material seperti tanah, pasir, dan rumput telah melalui uji laboratorium demi memenuhi standar internasional.

PCI NTT menargetkan pembangunan rampung tahun ini dan akan diuji coba pada September 2026. Selain itu, Inche Sayuna juga tengah menjalin komunikasi dengan sejumlah donor dari Australia serta mengajukan proposal bantuan ke Dewan Cricket Dunia.

READ:  Gempa Flores, BRI Maumere Salurkan Bantuan Tanggap Darurat

Tak hanya fokus pada infrastruktur, PCI NTT juga merancang sejumlah agenda internasional. Tahun ini, kejuaraan cricket internasional akan digelar dengan menghadirkan tim dari Timor Leste dan Australia, serta turnamen semi open yang melibatkan beberapa provinsi di Indonesia.

Pada Mei 2026, PCI NTT juga dijadwalkan menerima tim cricket Timor Leste untuk try out di NTT sebagai bagian dari seleksi atlet menuju PON 2028.

Menariknya, lapangan cricket internasional di NTT juga dirancang terintegrasi dengan sektor pariwisata. PCI NTT bahkan telah menyiapkan dua unit kapal wisata untuk mendukung sport tourism.

“Program yang kami desain bukan hanya olahraga. Kami melihat peluang besar ketika atlet dan pecinta cricket dari berbagai negara datang, lalu kami perkenalkan potensi wisata NTT,” pungkas Inche Sayuna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *