Sikka, kanalkita.com — Solidaritas terhadap masyarakat terdampak gempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 terus mengalir. Gerakan kemanusiaan datang dari berbagai elemen masyarakat, termasuk Gekrafs NTT bersama Serena Francis dan Dean Benjamin Asadoma.
Kepedulian tersebut diwujudkan dengan menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada warga terdampak di Desa Rokirole, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka.
Dean Benjamin Asadoma menggandeng Serena Francis dan Gekrafs NTT dalam aksi kemanusiaan tersebut. Bantuan berupa kebutuhan pokok, di antaranya mi, telur, dan air mineral, didistribusikan melalui Yohanes Floribertus untuk membantu memenuhi kebutuhan warga di wilayah terdampak.
Dean Asadoma menjelaskan, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas pribadi bersama Serena Francis terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana.
“Bantuan ini merupakan bentuk solidaritas kita kepada saudara-saudara yang terdampak gempa. Kami berupaya agar sedikit bantuan itu dapat membantu saudara yang benar-benar terdampak,” ungkap Dean, Senin (16/8/2026).
Dean menambahkan, penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap karena kebutuhan serta kondisi di setiap wilayah terdampak berbeda. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan relawan di lapangan untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai kebutuhan masyarakat.
“Kami tidak ingin bantuan hanya disalurkan sekali. Selama masih ada kebutuhan dan dukungan donasi yang memungkinkan, kami akan terus berupaya membantu masyarakat terdampak,” kata putra Wakil Gubernur NTT tersebut.
Menurut Dean, mekanisme tanggap darurat harus bersifat dinamis. Jumlah maupun jenis logistik yang dikirim akan terus disesuaikan dengan perkembangan situasi dan tingkat urgensi di masing-masing lokasi.
“Yang paling penting adalah bantuan itu tepat sasaran dan sesuai kebutuhan. Gerakan kemanusiaan ini akan terus berjalan selama masyarakat terdampak gempa Flores masih membutuhkannya,” pungkas Dean.
Aksi tersebut menjadi bagian dari gerakan solidaritas masyarakat NTT untuk memastikan warga yang berada di wilayah terdampak gempa, termasuk di Pulau Palue, tetap mendapatkan dukungan dan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat. (*)

