Berita  

Lompatan Besar SLB Negeri Lewoleba, Perdana Gelar Ujian Sekolah Berbasis Digital

Lembata, kanalkita– SLB Negeri Lewoleba, Kabupaten Lembata, mencetak sejarah baru dalam dunia pendidikan. Sekolah ini untuk pertama kalinya menyelenggarakan Ujian Sekolah (US) berbasis digital menggunakan perangkat Android dan Laptop melalui aplikasi Google Forms. Inovasi ini diterapkan bagi seluruh peserta didik dari jenjang SDLB, SMPLB, hingga SMALB.

Langkah berani ini membuktikan bahwa keterbatasan fisik maupun intelektual bukanlah penghalang bagi siswa berkebutuhan khusus untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.

Membuka Peluang yang Setara

Dalam acara pembukaan pelaksanaan Ujian Sekolah tingkat SDLB dan SMPLB di Aula SLBN Lewoleba, Rabu 6 Mei 2026, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SLB Negeri Lewoleba, Gerardus Paulus Hurint S.T, Gr menyampaikan apresiasinya kepada seluruh guru dan staf.

READ:  Dipercaya Wakili 15 Kepala Daerah, Wali Kota Kupang Tegaskan LKPD Bukan Sekadar Administrasi, Tapi Tanggung Jawab Moral

Alumnus Universitas Sanata Dharma Yogyakarta ini menekankan, keberhasilan ujian tidak hanya dititikberatkan pada angka, melainkan sejauh mana sekolah mampu memberikan layanan terbaik agar siswa dapat menunjukkan kemampuan optimal mereka.

Sementara itu, Korwas Dikmen dan Diksus Kabupaten Lembata, Yohanes Mamun, S.Pd.,M.Pd saat membuka kegiatan ini menegaskan, ujian sekolah kali ini bukan sekadar rutinitas administrasi, melainkan pembuktian dedikasi dalam mencerdaskan anak bangsa tanpa terkecuali.

“Pelaksanaan ini menggabungkan moda digital dan konvensional, menunjukkan pendidikan di sini terus maju namun tetap berpijak pada prinsip inklusif,” ujarnya.

Yohanes menitipkan pesan agar ujian tidak dijadikan  beban namun sebagai “perayaan kompetensi”, menjaga integritas dalam penggunaan teknologi, serta memberikan pelayanan dengan hati agar siswa merasa aman dan percaya diri.

Antusiasme Siswa dan Tantangan Fasilitas

Ada pemandangan yang membanggakan saat menyaksikan hari pertama pelaksanaan ujian berbasis digital untuk tingkat SDLB dan SMPLB , Rabu, 6 Mei 2026.

READ:  Tolak Pemberitaan Tendensius, KKJ NTT-AJI Kupang: Jurnalisme Bukan Alat Menghakimi

Selama ujian berlangsung, siswa tampak antusias dan fokus mengoperasikan perangkat untuk membaca serta menjawab soal. Penggunaan Google Forms dinilai sangat membantu karena aksesibilitasnya yang ramah pengguna dan efektif memperkenalkan literasi digital sejak dini.

Paulus Hurint selaku Plt.Kepala Sekolah menjelaskan, moment terabut adalah bukti nyata potensi luar biasa yang dimiliki para siswa. Meski demikian, masih terdapat tantangan besar terkait keterbatasan sarana dan prasarana.

“Potensi ini memerlukan dukungan nyata. Kami sangat mengharapkan perhatian dari pemerintah, dinas terkait, dan masyarakat luas untuk melengkapi fasilitas digital,” ungkap Paulus.

Menurutnya, pemenuhan sarana bukan sekadar mengikuti tren, melainkan jembatan penting untuk membangun kemandirian siswa agar siap menghadapi masa depan.

Diketahui, ujian Sekolah berbasis digital di SLB Negeri Lewoleba kali ini diikuti 15 orang siswa yang terdiri dari 2 (dua) orang siswa SMALB, 7 (tujuh )siswa SMPLB dan 6 (enam) aiswa SDLB.

Untuk tingkat SMALB, pelaksanaan ujian sekolah telah berlangsung pada April 2026. Sedangkan tingkat SDLB dan SMPLB dilaksanakan selama empat hari terhitung mulai tanggal 6 Mei hingga 9 Mei 2026. *KK02

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *