Kupang, kanalkita.com – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Agung Sucahyono, menjadi narasumber dalam kegiatan Studi Lapangan (STULA) Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan III Kelompok 2 yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (13/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung dari Aula Sasando Kanwil BPN Provinsi NTT tersebut merupakan bagian dari Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I hingga III Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Kompetensi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dengan metode distance learning.
Dalam pemaparannya, Agung Sucahyono menjelaskan profil Kanwil BPN Provinsi NTT, capaian kinerja organisasi, serta berbagai isu strategis di bidang pertanahan yang tengah dihadapi di daerah.
Ia memaparkan sejumlah program prioritas, mulai dari capaian pendaftaran tanah, pelaksanaan redistribusi tanah, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga transformasi digital melalui implementasi Sertipikat Elektronik sebagai bagian dari modernisasi layanan pertanahan.
Pada kegiatan tersebut, Agung didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil BPN Provinsi NTT, Wini Dina Retriani, beserta jajaran pejabat pengawas di lingkungan Kanwil BPN Provinsi NTT.
Studi Lapangan PKA menjadi salah satu tahapan pembelajaran yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam menganalisis persoalan organisasi, merumuskan solusi, serta menyusun rekomendasi kebijakan yang dapat mendukung peningkatan tata kelola pemerintahan.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan kapasitas kepemimpinan yang adaptif dan inovatif, sekaligus memperkuat komitmen menghadirkan pelayanan pertanahan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Paparan Kanwil BPN Provinsi NTT juga diharapkan menjadi referensi bagi para peserta PKA dalam memahami praktik penyelenggaraan pelayanan pertanahan, termasuk penerapan inovasi digital yang terus dikembangkan Kementerian ATR/BPN untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. (*)

