Jakarta, Kanalkita.com – Industri souvenir dan aksesori berbasis wewangian lokal, Ranevh, resmi memperkenalkan program kemitraan “Khasana Gandha” melalui agenda soft launching bertajuk Kemitraan Berbasis Ekosistem Bisnis Mandiri di Rumah Wijaya, Jakarta Selatan, Minggu (19/7/2026).
Peluncuran terbatas tersebut dihadiri perwakilan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, yakni Ketua Tim Akses Pasar Direktorat Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri, Firsta Kurniawan, serta Angela Gloria, Analis Perdagangan Ahli Madya.
Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan usaha lokal agar mampu memperluas jaringan bisnis di pasar domestik hingga internasional.
Founder Ranevh, Brigitta Eva Aprilia Christi, mengatakan kemitraan yang dibangun bukan sekadar memperluas distribusi produk, tetapi juga menciptakan ekosistem bisnis yang saling menguatkan bagi para pelaku usaha.
“Bagi saya, bisnis yang bersinergi akan memberikan peluang saling mendukung serta berkelanjutan dibandingkan bergerak sendiri tanpa kolaborasi,” ujar Brigitta dalam sambutannya.
Ranevh merupakan industri souvenir dan aksesori yang mengusung produk parfum dan lilin aromaterapi dengan mengangkat kekayaan wewangian khas Nusantara. Produk-produknya memadukan aroma melati, kamboja, kenanga, hingga minyak atsiri dalam kemasan modern sebagai representasi buah tangan khas Indonesia.
Melalui kemitraan ini, para mitra akan memperoleh dukungan menyeluruh, mulai dari distribusi dan logistik produk, pengembangan kapasitas usaha, pendampingan bisnis, hingga promosi dan penguatan konten digital. Skema tersebut dirancang untuk membangun jaringan bisnis yang berkelanjutan sekaligus membuka peluang usaha bagi lebih banyak pelaku UMKM.
Pada peluncuran perdana ini, Ranevh memperkenalkan seri Khasana Gandha, yang dalam bahasa Sanskerta berarti perbendaharaan wewangian.
Seri tersebut menghadirkan dua produk unggulan, yakni lilin aromaterapi dengan varian melati dan kenanga-kamboja, serta parfum dengan aroma floral fresh dan vanilla musky.
Brigitta berharap Ranevh dapat menjadi pilihan utama cinderamata khas Indonesia yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mampu memperkenalkan kekayaan budaya dan meningkatkan daya tarik pariwisata melalui produk oleh-oleh berbasis wewangian.
Saat ini, distribusi produk Ranevh dilakukan melalui jaringan kemitraan dan official website, dengan fokus pada kebutuhan souvenir, buah tangan, dan hadiah.
“Saat ini kami mencari para pelaku usaha dari setiap daerah di 38 provinsi untuk memudahkan distribusi Ranevh pada pasar domestik,” kata Brigitta.
Acara soft launching turut didukung oleh Succor Sekuritas, Darmawangsa Manulife Team, SKIN+, Hersie Coffee, Upperlake Properti, Elo Salon Bali, Warung Tempat Biasa, dan Cash n Go.
Para kolaborator tersebut menjadi bagian dari ekosistem bisnis mandiri yang dikembangkan Ranevh untuk memperluas jaringan usaha dan memperkuat kolaborasi antarpelaku bisnis.
Kegiatan berlangsung meriah dengan penampilan budaya Hasun Dayak Telinga Panjang, talk show bersama para kolaborator, serta dihadiri sekitar 60 pelaku usaha, mitra bisnis, organisasi, dan paguyuban dari berbagai sektor. (*)

