Alor, kanalkita.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, mendorong pembangunan gereja agar berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama melalui pendidikan, pemenuhan gizi, dan kesehatan anak-anak jemaat.
Pesan tersebut disampaikan Wagub Johni Asadoma saat mengunjungi Jemaat Gereja Imanuel Tamebang, Klasis Alor Barat Laut, di Desa O’a Mate, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor, Senin (12/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Johni didampingi Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo meninjau kondisi bangunan gereja serta perkembangan pembangunan yang sedang berlangsung.
Setelah melihat kondisi bangunan, Johni menyarankan agar jemaat melanjutkan pembangunan dengan memanfaatkan gedung utama yang masih layak digunakan. Penyempurnaan bangunan, termasuk pemasangan plafon, dapat menjadi prioritas tanpa harus membongkar bangunan yang ada.
“Lebih baik gedung yang sudah ada ini dimanfaatkan dan dilanjutkan pembangunannya. Kalau masih bisa digunakan, tidak perlu dibongkar. Dana yang ada juga harus dipikirkan untuk masa depan anak-anak, terutama pendidikan mereka,” ujar Johni.
Menurutnya, penggunaan anggaran pembangunan gereja perlu mempertimbangkan kebutuhan lain yang tidak kalah penting, khususnya pendidikan dan kesejahteraan anak-anak jemaat.
Dalam kesempatan itu, Johni juga memberikan motivasi kepada anak-anak jemaat agar rajin belajar, disiplin, dan berani mengejar cita-cita.
“Anak-anak semua harus menjadi orang sukses dan berhasil. Kalau mau sukses, harus rajin belajar dan pergi ke sekolah. Tidak boleh malas dan tidak boleh mencari alasan untuk tidak sekolah. Hanya dengan belajar, kalian bisa menjadi pintar dan meraih cita-cita,” pesannya.
Selain pendidikan, ia mengingatkan orang tua agar memperhatikan kebutuhan gizi dan kesehatan anak sejak dini. Menurutnya, keluarga perlu memprioritaskan makanan bergizi sesuai kemampuan, termasuk telur dan susu.
“Kurangi pengeluaran yang tidak terlalu penting, termasuk untuk rokok. Kalau ada uang, lebih baik digunakan untuk membeli telur dan makanan bergizi bagi anak-anak. Kalau bisa, berikan juga susu. Kita harus memperhatikan kesehatan anak sejak dini,” ujarnya.
Johni juga mengingatkan pentingnya melindungi ibu hamil dari paparan asap rokok untuk mendukung tumbuh kembang anak yang sehat serta mencegah stunting.
Ia menegaskan, pembangunan rumah ibadah tidak boleh hanya berorientasi pada fisik bangunan, tetapi juga harus disertai perhatian terhadap pembentukan karakter dan masa depan generasi muda.
“Kalau kita membangun gereja, kita juga harus membangun manusianya. Kita ingin anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan sukses. Ketika mereka berhasil, keluarga, jemaat, dan masyarakat juga akan bangga. Karena itu, penggunaan dana jemaat harus memperhatikan kebutuhan anak-anak agar mereka tumbuh sehat dan pintar,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Jemaat Imanuel Tamebang, Albertina Diana Doniusang, S.Th., menyampaikan bahwa jemaat tersebut memiliki 139 kepala keluarga dengan jumlah 157 jiwa.
Ia juga mengungkapkan persoalan kelangkaan air yang dihadapi wilayah pelayanan jemaat ketika musim panas berlangsung berkepanjangan.
Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, terutama untuk menunjang aktivitas sehari-hari dan menjaga kesehatan keluarga.
Pada akhir kunjungan, Johni Asadoma menyerahkan bantuan untuk mendukung pembangunan Gereja Imanuel Tamebang. Ia juga menyerahkan secara simbolis 10 paket sembako bagi keluarga yang membutuhkan di lingkungan jemaat.
Johni berharap pembangunan rumah ibadah dapat berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kehidupan generasi muda di NTT. (*)

