Daerah  

Wagub NTT Sidak Layanan Publik di Sikka: Dari Dapur Gizi hingga Samsat, Dorong Ekonomi dan PAD

Wagub NTT ketika pose bersama pegawai di UPT Pendapatan di Kabupaten Sikka. Jumat, (8/5/2026).

Maumere – Wakil Gubernur (Wagub) NTT Johni Asadoma  melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sikka dengan meninjau sejumlah titik strategis, mulai dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nangameting, NTT Mart Maumere, hingga UPTD Pendapatan Daerah (Penda) Sikka. 

Kunjungan pada Jumat, (8/5/2026) ini difokuskan pada optimalisasi pelayanan publik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Program MBG Berjalan Lancar, Libatkan Tenaga Lokal

Di SPPG Nangameting, Purnawirawan Polri itu bersama rombongan yang terdiri dari unsur Forkopimda dan pimpinan daerah disambut langsung oleh Kepala SPPG, Maria Margareta Biba, dan mitra pengelola Fransiska Sisilia S.

Dapur gizi yang dibangun pada 2025 itu telah beroperasi selama 10 bulan dan melayani 2.927 penerima manfaat melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penerima manfaat mencakup siswa dari berbagai jenjang pendidikan hingga balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

READ:  Wagub NTT Temui Diaspora di Bali, Tekankan Disiplin dan Harmoni Sosial

Pelaksanaan program dinilai berjalan lancar tanpa kasus keracunan maupun gangguan kesehatan. Selain itu, bahan baku makanan sebagian besar bersumber dari produk lokal Kabupaten Sikka, meski kebutuhan beras masih dipasok dari luar daerah.

SPPG Nangameting juga menyerap 47 tenaga kerja lokal dengan sistem upah harian, mayoritas merupakan mahasiswa semester akhir. Distribusi makanan dilakukan setiap hari mulai pukul 09.00 WITA.

Dalam arahannya, Johni Asadoma menegaskan bahwa program MBG tidak hanya berorientasi pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi lokal.

“Program ini harus memberi dampak ganda, baik bagi kesehatan masyarakat maupun penciptaan lapangan kerja. Kebersihan dapur dan kualitas makanan harus terus dijaga,” tegasnya.

NTT Mart Didorong Lebih Lengkap dan Kompetitif

Kunjungan dilanjutkan ke NTT Mart Maumere yang dikelola oleh pemerintah daerah bersama Dekranasda. Kehadiran mantan Kapolda NTT itu disambut oleh jajaran Dinas Perindagkop Kabupaten Sikka.

READ:  Festival Lamaholot Dibuka di Kupang, Wagub NTT Tegaskan Identitas Budaya Harus Jadi Motor Pembangunan

Sejak diluncurkan pada Desember 2025, NTT Mart mencatat omzet penjualan puluhan juta rupiah dan dinilai mulai memberi dampak positif bagi pelaku UMKM lokal.

Johni Asadoma meminta pengelola untuk memperluas jenis produk yang dijual, khususnya kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula. Ia juga menekankan pentingnya penataan produk yang lebih menarik guna meningkatkan daya saing.

“NTT Mart harus menjadi etalase produk lokal yang lengkap dan berkualitas, sehingga mampu menarik minat masyarakat sekaligus mendorong UMKM berkembang,” ujarnya.

Samsat Diminta Inovatif Tingkatkan PAD

Agenda kunjungan ditutup di UPTD Penda Sikka. Wakil Gubernur Johni Asadoma disambut Kepala UPTD Maria Wilfrida Basilika bersama seluruh jajaran pegawai.

Saat ini, layanan pajak di Sikka dilakukan melalui Samsat tetap, Samsat keliling, hingga inovasi jemput pajak ke pasar-pasar melalui program “Cari Cecak” (Cuan dari Jemput Pajak), serta pelayanan langsung ke rumah wajib pajak.

READ:  Pemuda Muhammadiyah NTT Ajak Warga Perkuat Toleransi dan Tangkal Hoaks

Untuk meningkatkan PAD, juga dilakukan razia pajak kendaraan, termasuk bagi ASN.

Wakil Gubernur menegaskan bahwa Samsat merupakan ujung tombak pendapatan daerah, sehingga dibutuhkan kerja keras, strategi, dan inovasi berkelanjutan.

“Tanpa inovasi kita tidak akan maju. Pelayanan harus ramah, sopan, dan memudahkan masyarakat agar mereka terdorong membayar pajak,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar layanan pajak diperluas ke ruang publik, seperti pembukaan loket saat kegiatan Car Free Day dan event masyarakat lainnya.

Menanggapi arahan tersebut, Kepala UPTD Penda Sikka menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti dengan rapat internal serta sosialisasi lanjutan guna meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan capaian PAD di daerah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *