Daerah  

Wisuda 67 Sarjana di Alor, Wagub Asadoma: Jangan Takut Bermimpi, Jadilah Pencipta Kerja

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma saat bersama dengan para lulusan STKIP Muhammadiyah Kalabahi. Senin, (31/8/2026) di Kabupaten Alor.

Kalabahi, kanalkita.com – Sebanyak 67 mahasiswa dan mahasiswi STKIP Muhammadiyah Kalabahi resmi menyandang gelar sarjana setelah mengikuti prosesi wisuda di Aula Hotel Symfoni, Kabupaten Alor, Senin (31/8/2026).

Di hadapan para wisudawan, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma menyampaikan pesan agar para sarjana muda tersebut tidak berhenti bermimpi dan berani menciptakan peluang di tengah tantangan dunia kerja yang semakin dinamis.

Kehadiran Wagub Asadoma dalam momentum wisuda itu menjadi bentuk dukungan Pemerintah Provinsi NTT terhadap dunia pendidikan dan generasi muda.

Meski baru menyelesaikan kunjungan kemanusiaan untuk meninjau kondisi masyarakat terdampak gempa di Flores dan dalam kondisi tidak sehat, Wagub Asadoma tetap menyempatkan diri hadir memberikan dukungan kepada para lulusan.

“Anak-anak kita adalah masa depan bangsa. Karena itu, mereka harus terus didukung dan diberi semangat agar mampu berkontribusi bagi daerah dan negara,” ujar mantan Kapolda NTT itu. 

Jangan Berhenti Bermimpi

Purnawirawan Polri ini mengawali pesannya dengan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan yang diraih hari ini tidak terlepas dari doa dan perjuangan orang tua.

“Di balik keberhasilan hari ini, ada doa, kasih sayang dan kerja keras orang tua. Jangan pernah melupakan pengorbanan mereka,” pesannya.

READ:  Tensi Politik Memanas di Kabupaten Alor, Ketua Aliansi Abui Aremang Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas

Menurutnya, wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, tetapi menjadi awal bagi para sarjana untuk memasuki dunia yang penuh tantangan dan persaingan.

“Hari ini saudara menjadi kebanggaan keluarga. Besok, jadilah kebanggaan masyarakat,” tegasnya.

Mantan Kadivhubinter Mabes Polri ini mendorong para lulusan agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja. Ia meminta generasi muda berani mengambil peluang dan menciptakan lapangan pekerjaan.

“Jangan takut memulai dari sesuatu yang kecil. Jangan hanya menjadi pencari kerja, tetapi jadilah pencipta kerja,” ujarnya.

Untuk menghadapi perubahan zaman, para sarjana juga diminta terus mengembangkan kompetensi. Tidak hanya mengandalkan ijazah, tetapi juga memperkuat keterampilan di bidang teknologi informasi, komunikasi, public speaking, Artificial Intelligence (AI), hingga kemampuan berbahasa Inggris.

“Gelar sarjana saja tidak cukup. Dunia terus berubah. Karena itu, teruslah belajar dan tingkatkan keterampilan,” katanya.

Kembali Bangun Tanah Kelahiran

Mantan petinju nasional Indonesia ini memberi pesan agar para wisudawan tidak berhenti pada persoalan dunia kerja. Ia juga mengajak para sarjana untuk menjadikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh sebagai modal membangun Kabupaten Alor.

Menurutnya, Alor memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, kelautan hingga sektor pariwisata.

READ:  Wagub Johni Asadoma Tinjau Jalan Lapale Sumba Barat yang Nyaris Putus, Minta PUPR NTT Segera Perbaiki

“Kalau saudara pergi untuk belajar, bekerja dan mencari pengalaman, itu baik. Tetapi suatu saat, bawalah pulang ilmu dan pengalaman itu untuk membangun tanah kelahiran,” kata Wagub.

Asadoma menegaskan, pembangunan Alor harus ditopang oleh sumber daya manusia yang berkualitas, sembari tetap menjaga kekayaan alam, budaya dan karakter masyarakat.

Wagub kemudian mengajak seluruh masyarakat menghidupkan semangat “Alor Damai, Alor Sehat, Alor Baru” dengan menjadikan ALOR sebagai spirit bersama: Alamnya Lestari, Orangnya Ramah.

“Saya ingin kita punya semangat: Alor Damai, Alor Sehat, Alor Baru. Dan ALOR kita maknai sebagai Alamnya Lestari, Orangnya Ramah. Ini harus menjadi identitas dan semangat kita bersama dalam membangun Alor,” ujar Wagub.

Menurutnya, kelestarian alam merupakan modal penting bagi masa depan daerah, sedangkan keramahan masyarakat menjadi kekuatan sosial yang harus terus dipelihara.

“Alamnya harus kita jaga, orangnya harus tetap ramah. Kalau alamnya lestari dan orangnya ramah, maka Alor akan menjadi daerah yang nyaman untuk ditinggali, dikunjungi dan dikembangkan,” katanya.

Karena itu, para sarjana yang baru diwisuda diharapkan mengambil peran nyata dalam pembangunan.

“Para sarjana hari ini harus menjadi bagian dari gerakan membangun Alor dengan ilmu, kreativitas dan pengabdian,” lanjutnya.

Apresiasi untuk STKIP Muhammadiyah Kalabahi

READ:  Beranda Imigrasi Hadir di Alor, Warga Tak Perlu Lagi ke Kupang Urus Layanan Keimigrasian

Wagub Asadoma juga memberikan apresiasi kepada STKIP Muhammadiyah Kalabahi yang dinilai terus berkontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia bagi Alor dan NTT.

“Teruslah mengabdi dan menciptakan generasi unggul untuk membangun Alor, NTT dan Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter, integritas dan keberanian untuk mengabdi kepada masyarakat.

Menutup sambutannya, Wagub kembali menitipkan pesan kepada 65 sarjana agar berani bermimpi, bekerja keras dan tidak takut menghadapi kegagalan.

“Jangan takut bermimpi. Jangan takut memulai. Jangan takut gagal. Masa depan Alor dan NTT membutuhkan generasi muda yang berani berkarya. Jadilah bagian dari Alor Damai, Alor Sehat, Alor Baru. ALOR — Alamnya Lestari, Orangnya Ramah,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua STKIP Muhammadiyah Kalabahi Muhammad Abdulah, S.Sos., M.Pd., Anggota Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Tobroni, M.Si.

Kemudian, perwakilan LLDIKTI Wilayah XV Solaiman Mario, S.E., M.M., Sekretaris Daerah Kabupaten Alor Melky Belly, Staf Ahli TP PKK Provinsi NTT Vera Sirait Asadoma, BS, M.Sc., Forkopimda Kabupaten Alor, civitas akademika, serta orang tua dan keluarga para wisudawan. (*) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *