Ngada, kanalkita.com — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma meninjau langsung kondisi warga terdampak gempa di Desa Turamuri, Kecamatan Bajawa Utara, Kabupaten Ngada, Rabu (26/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Wagub NTT sekaligus menyerahkan bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak di Desa Turamuri dan Desa Mengeruda, Kecamatan Soa. Kunjungan itu didampingi Bupati Ngada Raymundus Bena.
Bantuan yang disalurkan meliputi bahan pangan dan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk telur, mi instan, minyak goreng, susu, perlengkapan bayi, popok, biskuit, tambahan gizi, hingga daging rendang.
Berdasarkan data sementara, bencana gempa di Kabupaten Ngada telah menyebabkan 5 orang meninggal dunia, 100 orang luka-luka, dan 2.551 orang mengungsi.
Dampak gempa juga cukup luas. Sebanyak 10.244 rumah terdampak, terdiri dari 2.368 rumah rusak berat, 2.265 rusak sedang, dan 5.611 rusak ringan.
Selain rumah warga, gempa turut berdampak pada 170 satuan pendidikan, 81 rumah ibadah, 99 fasilitas kesehatan, serta 106 kantor pemerintahan.
Warga Sampaikan Kebutuhan Mendesak
Saat berdialog dengan masyarakat Desa Turamuri, sejumlah kebutuhan disampaikan kepada pemerintah. Di antaranya pendataan rumah warga yang belum tercatat, pembangunan rumah dengan standar tahan gempa, rehabilitasi rumah ibadah, penambahan bak penampungan air, hingga perbaikan jalan kabupaten dan provinsi.
Masyarakat juga meminta dukungan alat berat untuk merubuhkan rumah yang sudah tidak layak huni serta perhatian khusus bagi kelompok rentan dan anak-anak.
Menanggapi hal tersebut, Johni Asadoma meminta masyarakat aktif melaporkan kondisi dan kebutuhan mereka kepada kepala desa.
Menurutnya, pembaruan data menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan dan penanganan pemerintah tepat sasaran.
Pemerintah, kata dia, akan tetap memberikan perhatian terhadap perbaikan sekolah, rumah ibadah dan fasilitas umum lainnya. Namun, prioritas utama tetap diarahkan pada penanganan rumah masyarakat yang terdampak gempa.
Terkait infrastruktur jalan, Wagub Johni menyampaikan seluruh kerusakan pada ruas jalan provinsi telah didata dan akan diperbaiki secara bertahap berdasarkan skala prioritas.
Salah satu jalur yang menjadi perhatian pemerintah adalah ruas Bajawa – Riung yang turut terdampak.
Pemkab Siapkan Alat Berat
Bupati Ngada Raymundus Bena menegaskan Pemerintah Kabupaten Ngada akan menyiapkan alat berat untuk merubuhkan rumah-rumah warga yang sudah tidak layak huni.
Pemkab juga memprioritaskan penanganan sejumlah jalur yang terdampak gas belerang.
Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, lanjut usia, serta masyarakat yang sedang sakit.
Bupati memastikan data kerusakan akan terus diperbarui seiring proses pendataan di lapangan.
Warga Mengeruda Minta Tenda untuk Sekolah dan Pengungsian
Sementara itu, saat mengunjungi Desa Mengeruda, masyarakat menyampaikan aspirasi terkait pemerataan bantuan sembako serta kebutuhan tenda untuk kegiatan belajar mengajar dan pengungsian, khususnya bagi warga di RT 16.
Bupati Ngada memastikan seluruh masyarakat terdampak, baik yang rumahnya mengalami kerusakan berat, sedang maupun ringan, akan mendapatkan bantuan.
Untuk sekolah yang mengalami kerusakan, pemerintah akan menyediakan tenda sementara agar kegiatan belajar mengajar tetap dapat berlangsung.
Sementara kebutuhan anggaran yang belum tersedia akan ditindaklanjuti melalui adendum dan penganggaran ulang.
Pemerintah Provinsi NTT bersama Pemerintah Kabupaten Ngada terus memperkuat koordinasi dalam penanganan pascagempa, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, mempercepat pendataan, serta menangani rumah dan fasilitas umum yang mengalami kerusakan.
Kehadiran pemerintah di tengah warga menjadi bagian dari upaya memastikan proses pemulihan berjalan secara bertahap dan menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan.
“Pemerintah hadir, masyarakat tidak sendiri. Bersama pulihkan Ngada, bersama bangun kembali NTT,” katanya. (*)

