Daerah  

Wagub Johni Motivasi Siswa SMAN Lantoka Alor: Kerja Keras dan Disiplin Jadi Kunci Sukses

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol. (Purn.) Dr. Drs. Johni Asadoma, M.Hum., memotivasi siswa SMA Negeri (SMAN) Lantoka, Desa Lantoka, Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor, agar tekun belajar, disiplin, dan berani memperjuangkan cita-cita.

Alor, kanalkita.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol. (Purn.) Dr. Drs. Johni Asadoma, M.Hum., memotivasi siswa SMA Negeri (SMAN) Lantoka, Desa Lantoka, Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor, agar tekun belajar, disiplin, dan berani memperjuangkan cita-cita.

Motivasi tersebut disampaikan Johni saat mengunjungi SMAN Lantoka pada Selasa (13/10/2026), dalam rangkaian kunjungan kerja hari kedua di Kabupaten Alor.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mendukung implementasi Dasa Cita ke-6 Pemerintah Provinsi NTT, yakni Sekolah Vokasi Unggulan, yang berorientasi pada peningkatan keterampilan peserta didik sesuai kebutuhan dunia kerja dan potensi unggulan daerah.

Dalam arahannya, Johni mengapresiasi kepala sekolah, para guru, dan siswa yang berupaya memanfaatkan potensi serta sumber daya yang tersedia di lingkungan sekolah.

“Saya mengapresiasi kepala sekolah, guru-guru, dan siswa-siswi dengan apa yang telah dilakukan. Tentu ini sesuatu hal yang baik, membiasakan anak-anak untuk rajin bekerja, pandai melihat situasi, dan melatih cara berpikir. Ketika kita melihat sesuatu dan melakukan sesuatu, itu berarti otak kita bekerja,” ungkapnya.

READ:  Wisuda 67 Sarjana di Alor, Wagub Asadoma: Jangan Takut Bermimpi, Jadilah Pencipta Kerja

Johni mengingatkan para siswa untuk bersyukur atas kesempatan memperoleh pendidikan dan memanfaatkan waktu belajar dengan sebaik-baiknya.

“Tidak ada yang didapat dengan santai. Dengan kerja keras, disiplin, tekad yang kuat, dan doa, cita-citamu akan tercapai. Semua pintar, masalahnya kamu bisa mengelola kepintaran atau tidak?” kata Johni.

Untuk memberikan gambaran tentang pentingnya perjuangan, Johni membagikan pengalaman hidupnya melalui pemutaran video profil Wakil Gubernur NTT. Ia menceritakan perjuangannya menempuh pendidikan dengan berjalan kaki sejauh enam kilometer dari rumah ke sekolah karena keterbatasan ekonomi keluarga.

“Saya jalan dari rumah ke sekolah enam kilometer, pergi pulang 12 kilometer. Karena apa? Orang tua tidak mampu kasih uang naik bemo, tidak mampu juga beli jajan. Intinya belajar,” kenangnya.

Menurut Johni, keterbatasan ekonomi tidak boleh mematahkan semangat siswa untuk meraih masa depan. Ia mendorong para pelajar membangun kebiasaan membaca, menguasai bahasa Inggris, serta menjaga kedisiplinan sejak dini.

“Anak-anak kalau mau maju harus belajar bahasa Inggris. Nilainya bagus, kuliah dapat beasiswa. Itu banyak sekali, salah satunya LPDP atau beasiswa dari negara-negara lain,” ujarnya.

READ:  Ramadan Berbagi, Ahmad Yohan Salurkan 4.000 Paket Pangan untuk Warga di NTT

Ia juga mengingatkan siswa agar bijak menggunakan teknologi dan media sosial, memilih pendidikan lanjutan sesuai kebutuhan dunia kerja, serta menjauhi kebiasaan yang dapat merusak masa depan.

“Jangan minum minuman keras, jauhi mereka yang suka minum-minum keras. Kalau mau sukses, jangan minum sopi. Rokok jangan. Kerja keras, tetap belajar, dan bawa buku ke mana-mana. Berdoa dan baca Alkitab, maka Tuhan akan memberkati jalanmu,” pesannya.

Selain itu, Johni mengajak siswa untuk percaya diri, kreatif, komunikatif, memperluas jaringan pertemanan, dan tidak mudah menyerah. Ia juga menekankan pentingnya menghormati serta menyayangi orang tua sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda.

Dalam sesi dialog, seorang perwakilan siswa bernama Melianus menyampaikan harapan agar pemerintah mendukung pembangunan asrama bagi siswa SMAN Lantoka. Jarak tempat tinggal yang berjauhan menjadi salah satu tantangan bagi siswa dalam mengakses pendidikan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Johni menjelaskan bahwa pembangunan asrama sekolah masih dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran daerah. Saat ini, pemerintah memprioritaskan pembangunan asrama bagi sekolah menengah kejuruan (SMK).

READ:  Wagub Johni Asadoma Kembali Temui Sesko Infrastruktur, Pempus Siap Dukung Bangun Jalan dan Jembatan di NTT

“Masalah asrama, kita masih prioritaskan SMK, salah satunya di SMK Kokas, karena SMK merupakan sekolah kejuruan. Tentu anggaran kita terbatas, jadi kita lakukan secara bertahap, harap sabar ke depan akan kita perhatikan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN Lantoka, Yason Abraham Adang, menjelaskan bahwa sejak berdiri pada 2005, sekolah tersebut berkomitmen membentuk peserta didik yang beriman dan bertakwa sekaligus mengembangkan potensi sumber daya lokal.

SMAN Lantoka memiliki luas lahan 3,7 hektare dengan jumlah 90 siswa, 16 guru, dan empat tenaga kependidikan. Namun, sekolah masih menghadapi keterbatasan peralatan pertanian yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan pembelajaran berbasis potensi lokal. 

Pihak sekolah juga berharap adanya dukungan pembangunan asrama agar siswa dari wilayah yang jauh dapat mengakses pendidikan dengan lebih mudah.

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo bersama jajaran pimpinan perangkat daerah Kabupaten Alor turut mendampingi Wagub Johni. (*) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *