Hukum  

Cegah Gesekan Antarpemuda, Komunitas Timor Oan 99 Serukan Kedamaian di Belu

Jony Antonio Martins - Komunitas TIMOR OAN 99 Bersatu.

​Belu, kanalkita.com – Komunitas Timor Oan 99 Bersatu Kabupaten Belu menegaskan komitmennya untuk aktif menjaga kerukunan, mempererat persaudaraan, dan meredam potensi konflik antarpemuda di wilayah Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Organisasi yang beranggotakan kelompok masyarakat eks-Timor Timur ini menilai stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjadi kunci utama kelangsungan pembangunan daerah. 

Oleh karena itu, seluruh elemen warga diajak terus mengedepankan komunikasi yang sehat, sikap saling menghargai, serta semangat persatuan.

READ:  Jelang Vonis Kasus Dugaan Pemalsuan Surat, PT AGS dan Fauzi Said Djawas Minta Hakim Hukum Maksimal Ade Kuswandi

​Secara khusus, komunitas menyoroti dinamika generasi muda yang rentan terseret gesekan sosial. Para pemuda diimbau bersikap kritis serta tidak mudah terpancing narasi hoaks maupun ajakan destruktif yang memecah belah.

​Segala bentuk perselisihan di tingkat akar rumput diharapkan diselesaikan secara kekeluargaan melalui musyawarah dan dialog terbuka, bukan lewat tindakan kekerasan yang merugikan masyarakat luas.

READ:  Jelang Tuntutan, Korban Minta JPU Tuntut Ade Kuswandi Seberat-Beratnya, Kerugian Capai Rp152 Miliar

​Merawat perdamaian di wilayah perbatasan Belu merupakan tanggung jawab kolektif. Dibutuhkan kerja sama nyata antara tokoh pemuda, tokoh adat, tokoh agama, aparat, dan pemerintah setempat demi merawat kerukunan di tengah keragaman.

​”Mari kita jaga kerukunan, pererat persaudaraan, dan hindari segala bentuk provokasi yang dapat memicu konflik. Bersama-sama kita wujudkan Kabupaten Belu yang aman, damai, dan kondusif,” demikian dikatakan, Jony Antonio Martins – Komunitas TIMOR OAN 99 Bersatu, Selasa (27/10/2026). 

READ:  Audiensi dengan Kapolda NTT, Aliansi Mahasiswa Soroti Penanganan Sejumlah Kasus dan Pertanyakan Prosedur Hukum

​Melalui komitmen ini, Kabupaten Belu diharapkan tetap menjadi barometer daerah perbatasan yang mengakar pada nilai toleransi, persaudaraan erat, dan situasi kamtibmas yang terkendali. (*) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *