Berita  

TPU Liliba Hampir Penuh, DPRD Kota Kupang Dorong Sosialisasi Metode Kremasi

Randy Daud. (Foto: Dok Istimewa)

KUPANG – Keterbatasan lahan pemakaman di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Liliba mulai menjadi perhatian serius. Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Sosial mengungkapkan bahwa kapasitas lahan TPU Liliba diperkirakan akan penuh dalam waktu dekat, bahkan paling lambat tahun depan.

Menyikapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Kota Kupang, Randi Daud, menilai pemerintah sudah saatnya mulai memikirkan alternatif jangka panjang, salah satunya dengan membuka ruang diskusi dan sosialisasi terkait metode kremasi.

“Kalau TPU Damai Fatukoa nantinya juga penuh, mau dikuburkan di mana lagi? Pertumbuhan penduduk terus meningkat, sementara pemerintah harus terus mencari lahan baru untuk pemakaman. Ini tentu bukan solusi berkelanjutan,” kata politikus Golkar itu, Senin (9/2/2026).

READ:  Ahmad Yohan Buka Puasa Bersama Jemaah di Masjid Al Multazam Kota Kupang, Ajak Jaga Persatuan

Menurut Randi, metode kremasi memang bukan hal yang mudah diterima oleh masyarakat Kota Kupang yang mayoritas beragama Kristen, Katolik, dan Islam, karena pemakaman secara dikubur memiliki nilai sakral tersendiri.

“Karena itu, jangan dipaksakan. Tapi mari kita memberi ruang, kesempatan, dan harapan bagi generasi yang masih hidup dengan mulai memikirkan solusi ke depan,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya peran pemerintah untuk memberikan edukasi yang komprehensif kepada masyarakat, termasuk penjelasan perbandingan biaya pemakaman dengan metode dikubur dan kremasi.

READ:  Solusi Damai Tambang Noenasi: Kades Noenasi Ajak Masyarakat Kedepankan Musyawarah dan Persaudaraan

“Harus dijabarkan secara jelas, supaya masyarakat paham. Jangan sampai pemerintah hanya sibuk mencari lahan pekuburan baru, tetapi tidak memikirkan alternatif lain. Di daerah lain sistem kremasi sudah diterapkan, tentu dengan sosialisasi yang matang,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Don Bosco Toto Assan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan paguyuban pengelola TPU Liliba. Dari hasil koordinasi tersebut, diketahui bahwa lahan pemakaman di TPU Liliba semakin terbatas akibat padatnya kuburan.

READ:  Pascasarjana Undana Ajak Lulusan S1 Lanjut Studi, Dua Prodi Sudah LPDP

“Untuk beberapa waktu ke depan TPU Liliba dipastikan akan penuh. Memang masih ada beberapa titik, tetapi sudah dikapling dan tidak diperuntukkan bagi umum,” jelas Toto Assan.

Ia menambahkan, Pemkot Kupang saat ini lebih mengarahkan pemakaman ke TPU Fatukoa yang masih memiliki lahan terbuka dan cukup luas.

“Lahan TPU Fatukoa sekitar 9 hektare dan masih memungkinkan untuk pemakaman. Sementara TPU Liliba saat ini masih melayani, namun dalam waktu dekat akan penuh, sehingga diarahkan ke Fatukoa,” ujarnya. (KK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *