KUPANG – Suasana di Neo Hotel Kupang, Senin (16/2/2026), terasa berbeda. Di tengah pengukuhan jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nusa Tenggara Timur periode 2026–2031, satu nama mencuri perhatian, Dwina Fannia.
Tokoh perempuan Kota Kupang yang memiliki nama lengkap Andi Dwina Isfani itu resmi dikukuhkan sebagai Wakil Sekretaris DPW PKB NTT. Pengukuhan dilakukan langsung oleh Wakil Ketua Umum DPP PKB, Hanif Dhakiri, disaksikan jajaran pimpinan partai tingkat provinsi.
Bagi Dwina, jabatan baru ini bukan sekadar kenaikan posisi dari sebelumnya Wakil Ketua DPC PKB Kota Kupang, tetapi juga perluasan ruang pengabdian. Perempuan kelahiran 1988 itu menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan, seraya menegaskan komitmennya untuk bekerja lebih nyata bagi masyarakat.
“Dengan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat NTT saat ini, PKB harus tampil luar biasa dan hadir membawa solusi,” ujarnya.
Ia menyebut arahan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, yang disampaikan melalui Waketum PKB menjadi pegangan dalam menjalankan amanah kepengurusan. Bagi Dwina, politik bukan sekadar kontestasi kekuasaan, melainkan jalan menghadirkan harapan.
Dikenal aktif dalam kegiatan sosial, Dwina selama ini terlibat membantu anak-anak jalanan di Kota Kupang dan rutin berbagi dengan masyarakat kurang mampu, terutama pada momentum hari besar keagamaan. Aktivitas sosial itu menjadi bagian dari identitasnya sebelum dan sesudah masuk dalam struktur partai.
Tak hanya di lapangan, pengaruh Dwina juga terasa di ruang digital. Ia memiliki sekitar 100 ribu pengikut di Instagram dan 640 ribu pengikut di TikTok. Melalui media sosial, ia kerap mempromosikan potensi wisata dari berbagai daerah yang dikunjunginya, sekaligus memperkenalkan wajah NTT yang penuh pesona.
Sementara itu, dalam sambutannya, Hanif Dhakiri menegaskan bahwa pengukuhan pengurus bukanlah seremoni belaka. Ia memberikan apresiasi atas kerja keras kader PKB NTT yang berhasil meningkatkan perolehan suara dan kursi legislatif pada Pemilu 2024. Namun apresiasi itu dibarengi tantangan tegas: PKB NTT harus “naik kelas”.
“Ini adalah penegasan arah politik PKB ke depan. Apakah PKB akan menjadi partai biasa-biasa saja, atau partai luar biasa dalam pengabdian kepada rakyat dan Indonesia,” tegasnya.
Hanif mendorong seluruh kader untuk bertransformasi dari sekadar politisi pemburu kemenangan menjadi pemimpin dan negarawan. Ia juga mengingatkan kader yang duduk di legislatif maupun eksekutif agar tetap berorientasi pada tanggung jawab kepada rakyat.
“Di tengah degradasi pemikiran politik yang cenderung pragmatis, kader PKB harus tetap memegang teguh idealisme dan gagasan besar,” ujarnya.
Ia pun menginstruksikan agar struktur partai, dari tingkat DPW hingga ranting, tidak hanya lengkap secara administratif, tetapi benar-benar hadir dan bergerak di tengah masyarakat.
Turut hadir dalam pelantikan tersebut Ketua DPW PKB NTT Alo Malo Ladi, Sekretaris Kaharudin, serta Ketua Dewan Syuro PKB NTT H. Ismail Dean.
Momentum ini menjadi lebih dari sekadar pergantian kepengurusan. Bagi Dwina dan kader PKB NTT, pengukuhan tersebut adalah awal babak baru—tentang bagaimana politik dijalankan dengan kerja nyata, keberanian bertransformasi, dan komitmen untuk benar-benar memberi arti bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur. (*)

