Daerah  

Tokoh Adat dan Pemdes Palakahembi Kompak Dukung Tambak Udang, Sumba Timur Siap Jadi Sentra Ekonomi Pesisir

SUMBA TIMUR – Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), memasuki babak baru dalam pembangunan ekonomi pesisir. 

Proyek Tambak Udang Terintegrasi (Integrated Shrimp Farming) yang dicanangkan pemerintah mendapat dukungan penuh dari tokoh adat dan Pemerintah Desa Palakahembi, membuka peluang besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

Hamparan pesisir yang selama ini dikenal dengan keindahan alamnya kini diproyeksikan menjadi salah satu sentra produksi udang modern di Indonesia Timur. 

Proyek ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat sektor perikanan nasional.

Dalam budaya masyarakat Sumba, pembangunan tidak hanya dipandang dari aspek ekonomi, tetapi juga dari keseimbangan 

antara manusia, alam, dan warisan leluhur.

READ:  Musrenbang Oebobo Dibuka, Wali Kota Kupang Kunci Rp 500 Juta per Kelurahan untuk Program Prioritas 2027

Tokoh adat Palakahembi, Kambaru Windi, menegaskan bahwa dukungan masyarakat terhadap proyek tambak udang terintegrasi lahir dari proses dialog terbuka dan penuh pertimbangan.

“Kami tidak melihat ini hanya sebagai proyek fisik, tetapi sebagai bentuk penghargaan terhadap potensi tanah kami. Leluhur kami mengajarkan untuk menjaga bumi agar dapat memberi makan kepada anak cucu,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan ini membuka peluang bagi generasi muda Palakahembi untuk bekerja dan berkembang di kampung halaman tanpa harus merantau. Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya di tengah modernisasi sektor perikanan.

Pemerintah Desa Palakahembi menyambut investasi ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selama ini, kata Kepala Desa Arif Mahamba sebagian besar warga masih bergantung pada sektor tradisional yang rentan terhadap cuaca dan keterbatasan akses pasar.

READ:  Tinjau Dapur MBG di Alor, Wagub NTT Dorong Kemandirian Pangan dan Gizi Berkualitas

Kehadiran industri tambak udang modern dinilai mampu menghadirkan stabilitas ekonomi baru dengan tiga manfaat utama:

Yakni, membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal, terutama generasi muda yang akan diprioritaskan dalam operasional tambak.

Kemudian, menggerakkan UMKM lokal, mulai dari jasa transportasi, katering, hingga logistik dan kebutuhan operasional.

Lalu, mendorong pembangunan infrastruktur, seperti jalan desa, jaringan listrik, dan akses air bersih yang berdampak jangka panjang.

Dukungan masyarakat tidak hadir secara instan. Sosialisasi yang terbuka serta dialog intensif antara pemerintah, tokoh adat, dan warga menjadi kunci terciptanya kesepahaman.

Warga Palakahembi mulai melihat proyek ini sebagai peluang untuk terlibat dalam rantai industri perikanan global.

READ:  Langkah Wagub NTT di Bali: Soroti Pendidikan Anak hingga Kehidupan Pekerja Bedeng

“Kami ingin Palakahembi dikenal bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga sebagai pusat produksi udang berkualitas dunia,” ungkap salah satu warga.

Pembangunan tambak udang terintegrasi ini menjadi sinyal kuat bahwa Sumba Timur, khususnya Kecamatan Pandawai, mulai mengambil peran dalam transformasi ekonomi biru di Indonesia.

Sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan tokoh adat menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan investasi sekaligus memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ke depan, udang hasil budidaya dari pesisir Palakahembi diharapkan mampu menembus pasar ekspor global dan mengangkat nama Sumba Timur sebagai salah satu sentra produksi udang berkualitas dunia. (*) 

i

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *