Daerah  

Wagub NTT Temui Diaspora di Bali, Tekankan Disiplin dan Harmoni Sosial

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus dialog bersama masyarakat diaspora NTT asal Sumba yang bekerja di Provinsi Bali, Selasa (17/3/2026) di H-Culture Building, Denpasar, Bali.

Bali –  Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus dialog bersama masyarakat diaspora NTT asal Sumba yang bekerja di Provinsi Bali, Selasa (17/3/2026) di H-Culture Building, Denpasar, Bali.

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan diaspora, sekaligus menyerap aspirasi serta membangun sinergi yang konstruktif.

Dalam arahannya, Wakil Gubernur menegaskan pentingnya menjaga sikap, menaati aturan, serta menghindari tindakan yang dapat mengganggu ketertiban dan keharmonisan sosial di lingkungan tempat tinggal.

Didampingi sejumlah pimpinan perangkat daerah, di antaranya Kepala Badan Kepegawaian Daerah NTT Kanisius Mau, Kepala Dinas Kominfo Adi Mandala, serta Kepala Dinas PMD Alex Koroh, Wagub menyoroti perlunya perhatian serius terhadap kondisi masyarakat NTT di tingkat akar rumput, khususnya yang bekerja di kawasan bedeng proyek.

READ:  Menembus Luka Gempa di Golo Worok, Wagub NTT Pastikan Warga Tak Sendiri

“Permasalahan yang muncul umumnya disebabkan oleh belum optimalnya adaptasi terhadap budaya dan norma kehidupan masyarakat Bali. Hal ini harus kita kawal bersama melalui pembinaan berkelanjutan,” ujar Johni Asadoma.

Ia menekankan bahwa kemampuan beradaptasi dengan adat istiadat setempat merupakan kunci menciptakan rasa aman dan nyaman bagi semua pihak. Selain itu, ia juga menginstruksikan agar komunikasi dan koordinasi antara pemerintah, tokoh masyarakat, serta diaspora terus diperkuat guna mencegah potensi konflik sejak dini.

“Junjung tinggi nilai adat dan budaya setempat, saling menghormati, serta hindari konsumsi minuman beralkohol berlebihan yang dapat memicu konflik. Tetap fokus bekerja, jaga loyalitas dan profesionalisme,” tegasnya.

READ:  KEJURDA Cricket NTT 2026 Jadi Gerbang Seleksi Atlet Menuju PON XXII 2028

Wagub juga mengajak diaspora untuk memiliki rasa cinta terhadap Bali sebagai tempat mencari nafkah, tanpa melupakan identitas sebagai warga NTT. “Bangun Bali, bangun NTT, dan bangun keluarga kita. Mari kita ciptakan kedamaian dan kenyamanan bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Flobamora, Herman Umbu Billi, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah yang terus hadir di tengah masyarakat diaspora. Ia mengajak seluruh warga NTT di Bali untuk menjaga solidaritas dan tidak menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar.

READ:  Wamen ATR/Waka BPN: RTR dan RDTR Jadi Kompas Pembangunan di Bali

Apresiasi serupa juga disampaikan Sekretaris Umum Majelis Desa Adat, Dewa Rai Asmara, yang menilai kunjungan ini sebagai langkah positif dalam memperkuat pembinaan terhadap masyarakat pendatang, khususnya pekerja di sektor konstruksi. 

Ia menegaskan pentingnya pemahaman terhadap sistem desa adat di Bali yang memiliki kewenangan otonom dalam mengatur kehidupan sosial masyarakat.

Pertemuan ini turut dihadiri berbagai unsur, mulai dari tokoh masyarakat, organisasi diaspora, hingga perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama dan para pemuka agama yang aktif membina komunitas di wilayah bedeng.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta kesadaran kolektif untuk menjaga ketertiban, memperkuat keharmonisan sosial, serta meningkatkan citra positif masyarakat NTT di Bali. (*) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *