Kupang, kanalkita.com – Kejuaraan Daerah (Kejurda) Cricket Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 menjadi salah satu tahapan penting dalam menjaring atlet terbaik untuk memperkuat kontingen NTT pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII NTT-NTB 2028.
Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Cricket Indonesia (Pengprov PCI) NTT, Dr. Inche D. P. Sayuna, S.H., M.Hum., M.Kn., menegaskan, Kejurda bukan sekadar agenda rutin atau ajang perebutan piala, tetapi menjadi ruang pembuktian kemampuan, mental, dan disiplin atlet.
Hal tersebut disampaikan Inche Sayuna saat membuka Kejurda Cricket NTT Tahun 2026 di Lapangan Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang.
Menurutnya, Kejurda menjadi gerbang awal pembinaan dan seleksi atlet yang dipersiapkan untuk menghadapi PON XXII NTT-NTB 2028. Karena itu, proses seleksi akan dilakukan secara ketat dan berlapis.
“Hari ini adalah kawah candradimuka dan gerbang awal persemaian ksatria muda menuju PON XXII NTT-NTB 2028. Kita menetapkan seleksi ketat dan berlapis; mereka yang terpilih nanti adalah yang teruji keringat dan mentalnya untuk berjuang atas nama NTT,” tegasnya.
Ia mengatakan, NTT juga tengah mempersiapkan babak baru pengembangan olahraga cricket melalui rencana soft opening dan penyelenggaraan turnamen semi open pada tahun 2027 di Komodo International Cricket Ground.
Kehadiran fasilitas berstandar internasional tersebut diharapkan semakin memperkuat pembinaan sekaligus meningkatkan daya saing atlet cricket NTT di tingkat nasional maupun internasional.
“Sebagai tuan rumah PON 2028, kita tidak ingin hanya menjadi penonton di rumah sendiri, tetapi berdiri di podium tertinggi,” ujarnya.
Kepada para atlet yang mengikuti Kejurda, ia berpesan agar bertanding dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta tidak mudah menyerah menghadapi setiap tantangan.
Ia mengingatkan bahwa prestasi tidak lahir secara instan, melainkan melalui disiplin, kehormatan, kerja keras, dan tekad yang kuat.
“Petarung sejati dibentuk dari disiplin, kehormatan, dan tekad berjuang sampai titik darah penghabisan,” pesannya.
Inche juga mengajak seluruh pelatih dan pengurus PCI kabupaten/kota se-NTT untuk memperkuat pembinaan serta mengawal proses seleksi atlet secara objektif dan profesional.
Menurutnya, kolaborasi seluruh elemen menjadi kunci untuk melahirkan atlet-atlet cricket potensial yang mampu mengharumkan nama NTT.
Menutup sambutannya, Inche Sayuna secara resmi membuka Kejurda Cricket NTT Tahun 2026 dengan mengusung semangat “Cricket NTT — Ketong Bisa, Ketong Juara!” dan “Cricket Indonesia — Menembus Dunia!”
Ia berharap kejuaraan tersebut menjadi momentum bagi atlet-atlet muda NTT untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus mempersiapkan diri menghadapi persaingan pada PON 2028. (*)

