Ruteng, kanalkita.com — Menutup kunjungan di Manggarai, Wagub NTT Johni Asadoma kunjungi Desa Golo Worok, Rabu (19/8/2026).
Di antara rumah-rumah yang rusak dan wajah warga yang masih diliputi kecemasan, harapan masyarakat Desa Golo Worok, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, kembali menguat saat Wakil Gubernur NTT hadir langsung menemui mereka.
Kunjungan Wagub Johni bukan sekadar melihat kerusakan. Ia mendengar langsung keluhan warga yang hingga kini masih minim menerima bantuan pascagempa.
Warga berharap perhatian Pemerintah Provinsi NTT dapat diwujudkan melalui percepatan penyaluran bantuan. Distribusi bantuan sebelumnya telah tersalurkan oleh Pemkab namun masih sangat minim.
“Harapan kami, bantuan bisa segera disalurkan,” menjadi salah satu suara yang disampaikan masyarakat, Rabu (19/8/2026).
Menanggapi kondisi tersebut, Wagub Johni meminta aparat desa tidak menunggu. Pendataan harus dilakukan segera, lengkap dan akurat, lalu diteruskan secara berjenjang ke kecamatan, kabupaten hingga provinsi.
“Harapannya aparat desa cepat data dan laporkan ke kecamatan, ke tingkat kabupaten dan ke provinsi, sehingga bantuan yang dibutuhkan bisa segera disalurkan,” tegas Wagub.
Wagub Johni kemudian menyusuri sejumlah lokasi untuk melihat langsung rumah warga yang mengalami kerusakan berat, termasuk warga yang terdampak akibat bangunan roboh saat gempa.
Di tengah kondisi yang masih memprihatinkan itu, mantan Kapolda NTT ini juga menyerahkan bantuan kepada beberapa keluarga terdampak. Perhatian turut diberikan kepada anak-anak dengan membagikan makanan tambahan dan cemilan.
Senyum anak-anak di tengah situasi bencana menjadi salah satu momen yang menghangatkan kunjungan tersebut.
Bagi warga Golo Worok, kehadiran Purnawirawan Polri ini membawa pesan penting bahwa mereka tidak menghadapi bencana ini sendirian.
Kini, harapan warga sederhana: bantuan segera tiba, kebutuhan segera terpenuhi, dan proses pemulihan dapat dimulai. Dari Golo Worok, pesan pemerintah pun jelas: data harus cepat, bantuan harus tepat, dan tidak boleh ada warga terdampak yang terlewat. (*)

