Kupang, kanalkita.com – Kepedulian terhadap korban gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Flores terus mengalir dari berbagai penjuru Nusa Tenggara Timur (NTT).
Di tengah keterbatasan, masyarakat Desa Letbaun, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, turut menunjukkan solidaritas dengan mengumpulkan bantuan bagi saudara-saudara mereka yang terdampak bencana.
Bantuan tersebut dihimpun dalam momentum Festival V Lomba Dayung Perahu dan Lomba Mancing dalam rangka memperingati HUT ke-20 Desa Letbaun, Sabtu (28/8/2026).
Festival yang berlangsung di kawasan Embung Uikiban itu tidak hanya menjadi ajang perayaan dan hiburan masyarakat. Di tengah kemeriahan perlombaan, duka warga di sejumlah wilayah Flores yang terdampak gempa turut menggugah kepedulian masyarakat Letbaun.
Kepala Desa Letbaun, Carlens Horison Bising, mengatakan pemerintah desa bersama masyarakat merasa terpanggil untuk ikut meringankan beban para korban, meski bantuan yang dikumpulkan tidak dalam jumlah besar.
Menurut Carlens, kepedulian tersebut merupakan bentuk solidaritas sekaligus rasa persaudaraan sebagai sesama masyarakat NTT.
Menariknya, pada pelaksanaan festival tahun ini, Pemerintah Desa Letbaun sengaja tidak mengundang para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kupang seperti yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.
Keputusan itu diambil karena Pemerintah Kabupaten Kupang sedang memberikan perhatian dan fokus terhadap penanganan bencana di Flores.
“Memang kita sengaja tidak (mengundang) biar para pejabat fokus mencari bantuan untuk membantu saudara-saudara kita di sana,” ungkap Carlens.
Sebagai gantinya, masyarakat Desa Letbaun mengambil bagian dalam aksi solidaritas dengan memberikan bantuan berupa uang tunai. Bantuan tersebut nantinya diserahkan melalui Pemerintah Kabupaten Kupang untuk selanjutnya diteruskan kepada masyarakat yang menjadi korban bencana di Flores.
Carlens menegaskan, bantuan itu merupakan bentuk kepedulian seluruh masyarakat Desa Letbaun terhadap warga yang sedang menghadapi masa sulit setelah bencana.
“Kami atas nama seluruh masyarakat Desa Letbaun menyampaikan turut berduka dan belasungkawa atas peristiwa yang terjadi di Flores,” katanya.
Ia menyadari bantuan yang diberikan masyarakat Letbaun mungkin tidak seberapa dibandingkan dengan besarnya kebutuhan para korban bencana.
Namun, bagi Carlens, nilai sebuah bantuan tidak semata-mata diukur dari besarnya nominal. Ketulusan dan kepedulian yang menyertai bantuan tersebut jauh lebih penting.
“Sekecil apa pun itu bantuannya, namun jika diberikan dari hati, pasti Tuhan akan memberkati,” pungkasnya.

