Kupang, kanalkita.com – Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kini dipimpin oleh I Ketut Gede Ary Sucaya, S.T., M.Sc., setelah resmi dilantik sebagai Kepala Kanwil BPN NTT oleh Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, Sabtu (18/7/2026).
Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan tersebut berlangsung secara hybrid, dipusatkan di Aula Prona Lantai 7 Kementerian ATR/BPN, Jakarta, serta diikuti secara daring oleh seluruh Kantor Wilayah BPN dan Kantor Pertanahan di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri ATR/BPN melantik sebanyak 78 pejabat struktural yang terdiri atas delapan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan 70 Pejabat Administrator.
Pelantikan ini merupakan bagian dari penguatan organisasi melalui penataan sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Selain I Ketut Gede Ary Sucaya, sejumlah pejabat dari NTT juga menerima amanah baru. Alise Damaris Libing, S.SiT., dilantik sebagai Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Nagekeo, sementara Ludgardis Blitanagy, S.Sos., dipercaya menjabat Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Pengembangan Kanwil BPN Provinsi NTT.
Sejumlah pejabat dari Kantor Pertanahan di berbagai daerah di NTT juga turut dilantik dalam kesempatan tersebut.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat kepemimpinan dan tata kelola organisasi dalam mendukung pelaksanaan berbagai program strategis Kementerian ATR/BPN di Provinsi NTT.
Dengan kepemimpinan baru, pelayanan di bidang pertanahan dan tata ruang diharapkan semakin profesional, cepat, transparan, dan akuntabel, sejalan dengan komitmen Kementerian ATR/BPN untuk menghadirkan layanan publik yang modern, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kementerian ATR/BPN menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas organisasi melalui pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan berintegritas, sehingga pelayanan pertanahan dan tata ruang di seluruh Indonesia, termasuk di NTT, semakin berkualitas. (*)

