Daerah  

Jalan Jadi Keluhan Utama Warga Terdampak Gempa di Ende, Wagub Johni: Pemerintah Tidak Akan Membuat Susah Rakyat

Wagub Johni meninjau langsung kondisi masyarakat di Desa Wolotopo Timur, Desa Wolotopo, Posko Wolomboa, Desa Ngalupolo, hingga Desa Reka. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Wakil Bupati Ende Dr. drg. Dominikus Minggu Mere, M.Kes. Senin, (24/8/2026).

Ende, kanalkita.com – Akses jalan menjadi persoalan utama yang disampaikan masyarakat kepada Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol. (Purn.) Johni Asadoma, saat meninjau sejumlah wilayah terdampak gempa bumi di Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Senin (24/8/2026).

Wagub Johni meninjau langsung kondisi masyarakat di Desa Wolotopo Timur, Desa Wolotopo, Posko Wolomboa, Desa Ngalupolo, hingga Desa Reka. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Wakil Bupati Ende Dr. drg. Dominikus Minggu Mere, M.Kes.

Di Desa Ngalupolo dan Desa Reka, Wagub berdialog dengan masyarakat, tokoh adat, serta pemerintah kecamatan. Ia juga menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak gempa.

Camat Ndona Yosef Lebu menjelaskan, berdasarkan data sementara, terdapat 584 kepala keluarga (KK) yang terdampak gempa di Kecamatan Ndona. Dari jumlah tersebut, sebanyak 353 rumah mengalami rusak ringan dan 134 rumah rusak berat.

Khusus di Desa Ngalupolo, tercatat 39 KK terdampak. Dua rumah di antaranya mengalami kerusakan berat. Gempa juga berdampak terhadap fasilitas umum, dengan sebuah sekolah mengalami kerusakan ringan dan puskesmas mengalami kerusakan sedang.

READ:  Agrinas Palma Nusantara Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT

Namun, selain kerusakan bangunan, masyarakat kini menghadapi persoalan akses jalan. Sejumlah titik jalan mengalami longsor sehingga menghambat mobilitas warga dan aktivitas ekonomi.

Mosalaki Yuri menyampaikan secara langsung aspirasi masyarakat kepada Wagub Johni. Menurutnya, jalan merupakan kebutuhan paling mendesak karena menjadi akses utama warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus menggerakkan perekonomian.

“Permintaan kami hanya satu kata, yaitu jalan. Perekonomian kami bergantung pada jalan dan di sini tidak ada jalan alternatif,” ujarnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Wagub Johni mengatakan kedatangannya ke wilayah terdampak merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat sekaligus memastikan kerusakan dan kerugian akibat gempa terdata secara menyeluruh.

“Kami datang ingin melihat langsung kerusakan dan kerugian yang dialami. Semua akan didata. Pemerintah tidak akan membuat susah rakyat,” tegas Johni.

Ia memastikan pemerintah akan menindaklanjuti berbagai kebutuhan masyarakat berdasarkan hasil pendataan di lapangan.

Wagub juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi pascagempa. Ia meminta warga menjaga kesehatan dan kebersihan makanan serta tetap menjaga semangat di tengah situasi pemulihan.

READ:  Dialog Bersama Tokoh di Alor, Wagub Johni Asadoma Gaungkan Deklarasi Damai dan Diajak Cegah Tawuran Pelajar

“Kita harus tetap gembira agar bisa tidur dengan tenang. Kami datang membawa bantuan untuk meringankan beban masyarakat dan akan mengupayakan bantuan lagi,” ujarnya.

Sembilan Rumah di Desa Reka Terdampak

Sementara itu, di Desa Reka, terdapat sembilan rumah yang tercatat terdampak gempa. Wagub Johni meminta agar seluruh kerusakan didaftarkan melalui pemerintah desa untuk selanjutnya diverifikasi dan ditindaklanjuti.

“Pemerintah akan memberikan bantuan untuk perbaikan sesuai data. Kita ingin masyarakat tidak merasa ditinggalkan,” katanya.

Masyarakat Desa Reka juga menyampaikan kondisi kehidupan mereka yang sebagian besar bergantung pada sektor pertanian, terutama kakao dan kelapa. Sebagian warga lainnya mengandalkan produksi tikar sebagai sumber penghasilan.

Persoalan air bersih juga menjadi perhatian. Dua desa di wilayah tersebut masih bergantung pada satu sumber mata air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kondisi tersebut membuat akses jalan dan ketersediaan air menjadi kebutuhan penting dalam proses pemulihan pascagempa, terutama untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.

READ:  Wagub NTT Johni Asadoma Soroti Ancaman Kesehatan Mental di Era Digital dalam Diskusi GEKIRA

Pemprov NTT Salurkan Bantuan untuk Empat Desa

Dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak di empat desa.

Bantuan yang diserahkan terdiri dari 40 karung beras, 20 dos air mineral, 12 dos minyak goreng, 16 dos makanan siap saji, 16 dos tambahan gizi, 16 dos Biskuit Naga, 16 dos Biskuit Marie Susu, 16 dos Biskuit Miniraminis, 16 dos Biskuit Makis Susu, 8 dos Biskuit Klepon, 60 kilogram gula pasir, 80 dos mi instan, 20 box perlengkapan bayi, serta 4 dos popok.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memenuhi kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat dan pemulihan.

Kunjungan Wagub Johni Asadoma menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk terus hadir di tengah masyarakat yang terdampak bencana.

Pemerintah akan melanjutkan pendataan kerusakan dan kerugian, memastikan pemenuhan kebutuhan dasar, serta mengupayakan penanganan infrastruktur, khususnya akses jalan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat di wilayah terdampak gempa. (*) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *