Pertina dan Perbati Diminta Bersatu, Wagub NTT: Organisasi Nomor Dua, Tinju yang Utama

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma meminta dua organisasi tinju amatir yang berkembang di Indonesia, Pertina dan Perbati, mengesampingkan perbedaan organisasi dan bersatu dalam pembinaan atlet menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Kupang, kanalkita.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma meminta dua organisasi tinju amatir yang berkembang di Indonesia, Pertina dan Perbati, mengesampingkan perbedaan organisasi dan bersatu dalam pembinaan atlet menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Johni Asadoma menegaskan, Pemerintah Provinsi NTT tidak ingin membedakan atlet berdasarkan organisasi yang menaunginya. Menurutnya, Pertina maupun Perbati memiliki dasar hukum sehingga keduanya harus dihargai dalam proses pembinaan olahraga tinju di NTT.

“Kita tidak perlu mempersoalkan dua organisasi ini karena dua-duanya mempunyai badan hukum. Mari kita sama-sama menyiapkan petinju-petinju kita untuk PON yang akan datang,” tegas Asadoma, Kamis (1/10/2026). 

Menurut atlet tinju nasional itu, pemerintah akan merangkul seluruh insan tinju, baik yang berada di Pertina maupun Perbati.

“Kami dari pemerintah tidak melihat itu. Kami merangkul semuanya. Kami membina semuanya untuk sama-sama mempunyai target medali emas,” katanya.

Asadoma yang juga peraih medali emas Sea Games 1983 cabor tinju itu, menilai persoalan organisasi jangan sampai menghambat pembinaan atlet. Ia tidak ingin atlet berprestasi kehilangan kesempatan membela NTT hanya karena berada di salah satu organisasi.

READ:  Pemerintah Pusat Siap Kawal Usulan Infrastruktur NTT, Jalan dan Jembatan Senilai Rp 1,65 Triliun Masuk Prioritas

“Sangat disayangkan apabila ada petinju yang bagus tidak diikutkan hanya karena dia berada di salah satu badan yang mungkin tidak disukai. Kami tidak mau sampai seperti itu,” ujarnya.

Ia menegaskan, dalam persiapan menghadapi PON 2028, pemerintah akan melihat kualitas dan kemampuan atlet. Petinju terbaik akan dipersiapkan untuk memperkuat kontingen NTT.

Menurut Asadoma, persatuan antara Pertina dan Perbati penting karena tinju merupakan salah satu cabang olahraga super prioritas NTT untuk PON 2028.

Dari 24 cabang olahraga yang akan dipertandingkan di NTT pada PON 2028, tinju menjadi salah satu cabor yang mendapat perhatian khusus karena selama ini konsisten menyumbangkan medali bagi NTT dalam berbagai ajang olahraga nasional.

READ:  Wagub Johni Asadoma Tinjau Pengungsian Ngada, Bantuan Dasar Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa

Selain tinju, pencak silat, kempo, cricket dan atletik juga masuk dalam kategori cabor super prioritas.

“Tinju ini salah satu cabang olahraga yang selalu memberikan medali emas bagi NTT dalam hampir setiap penyelenggaraan olahraga. Karena itu, tinju masuk dalam skala super prioritas untuk pembinaannya,” ujar Asadoma.

Ia menargetkan cabang olahraga tinju mampu menyumbangkan dua hingga tiga medali emas bagi NTT pada PON 2028. Untuk mencapai target tersebut, Asadoma mengajak Pertina dan Perbati membangun kerja sama melalui latihan dan pertandingan bersama.

“Kita fokus dan konsentrasi dengan latihan bersama, dengan pertandingan bersama. Itu akan membangun solidaritas yang kuat, membangun persaudaraan yang kuat, sehingga nanti akan memunculkan calon-calon petinju yang tangguh yang akan maju di PON,” katanya.

Asadoma bahkan meminta insan tinju lebih mengutamakan identitas sebagai bagian dari olahraga tinju dibandingkan perbedaan organisasi.

“Yang penting sekarang adalah kita bilang kita itu orang tinju, kita adalah darah tinju. Maka organisasi itu nomor dua. Nomor satu adalah bagaimana kita bisa membina tinju dan memberikan kontribusi terbaik bagi tinju NTT dan bagi tinju Indonesia,” tegasnya.

READ:  Dapat Suntikan Australia, Cricket NTT Genjot Skill Atlet dan Standar Lapangan Internasional

Selain menyatukan pembinaan atlet, Pemerintah Provinsi NTT juga menyiapkan dukungan sarana dan prasarana untuk pengembangan tinju. Asadoma mengatakan pemerintah sedang menganggarkan pembangunan gedung latihan khusus tinju.

Pemprov NTT juga berencana melanjutkan pembangunan sebuah gedung olahraga (GOR) yang telah terbengkalai selama beberapa tahun. GOR tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu venue pertandingan saat NTT menjadi tuan rumah PON 2028.

Dengan dukungan pembinaan, sarana latihan dan persiapan atlet yang lebih terarah, Asadoma berharap persaingan antara organisasi tidak menjadi penghambat bagi lahirnya petinju-petinju terbaik NTT.

Sebaliknya, Pertina dan Perbati diharapkan dapat menjadi bagian dari kekuatan bersama untuk mengejar target medali emas NTT pada PON 2028. (*) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *