Rektor Undana Puji Johanis Asadoma Saat Wisuda Doktor: Teladan Bahwa Belajar Tak Mengenal Jabatan

Irjen Pol (P) Dr. Drs. Johni Asadoma ketika meraih gelar doktor. Wakil Gubernur NTT itu diwisuda pada, Kamis, 26 Februari 2026 di Graha Undana.

KUPANG – Di tengah suasana haru dan reflektif dalam wisuda periode Februari 2026, Rektor Universitas Nusa Cendana, Prof Jefri S. Bale, menyampaikan apresiasi khusus kepada Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, yang resmi meraih gelar doktor, Kamis (26/2/2026).

Prof Jefri mengawali sambutannya dengan duka atas wafatnya salah satu mahasiswa akibat kecelakaan di lingkungan kampus, sembari mengingatkan pentingnya disiplin dan keselamatan berkendara bagi seluruh civitas akademika.

Di tengah suasana hikmat itu, Prof Jefri menegaskan rasa bangganya atas capaian Johanis Asadoma.

READ:  PMB Undana 2026, Gubernur NTT Tegaskan Strategi Cetak SDM Unggul

“Perjalanan beliau adalah manifestasi nyata dari ketekunan seorang atlet bertaraf internasional, perwira tinggi Polri, hingga kini menjadi pemimpin daerah. Kehadiran beliau di barisan wisudawan hari ini mengirim pesan akademik yang sangat kuat: belajar tidak memiliki titik henti,” tegasnya.

Menurut Prof Jefri, pangkat, jabatan, dan usia bukanlah penghalang untuk terus tunduk pada ilmu pengetahuan.

READ:  Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan Sebut Pentingnya Keberpihakan Politik Pangan untuk Petani 

Sosok Johanis Asadoma dinilai sebagai figur satria sejati yang berani melompat meningkatkan kapasitas diri demi pengabdian yang lebih luas bagi masyarakat NTT. Pada wisuda kali ini, Undana melepas 1.038 lulusan baru dari berbagai jenjang, termasuk program doktor.

Secara keseluruhan, jumlah alumni Undana kini telah melampaui 102 ribu orang. Rektor juga mengingatkan para wisudawan tentang filosofi bidak kuda dalam catur—yang mampu melompat melampaui hambatan dengan cara unik dan inovatif.

READ:  Wagub NTT Tinjau Jalan Rusak di Rote Ndao, Perbaikan Letelangga Dipercepat

“Carilah posisi terbaik di tengah perubahan. Miliki integritas yang lurus, namun tetap fleksibel dan kreatif. Melompatlah setinggi mungkin, tetapi mendaratlah dengan rendah hati di bumi Flobamora,” pesannya.

Secara khusus, Prof Jefri menilai pencapaian Johanis Asadoma sebagai simbol bahwa kepemimpinan sejati lahir dari kombinasi disiplin, integritas, dan semangat belajar sepanjang hayat.

“Beliau memberi contoh bahwa seorang pemimpin tidak pernah berhenti menjadi murid,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *