SKALA Dukung Pembiayaan, Wagub NTT Pimpin Rombongan Belajar Pajak Kendaraan Air ke Kaltara

Wagub NTT Johni Asadoma bersama rombongan saat tiba di Kalimantan Utara untuk belajar penerapan pajak kendaraan di atas air. Kunjungan ini didukung Program SKALA (Australia–Indonesia Partnership for Accelerating Service Delivery). Rabu, (21/10/2026).

Tarakan, kanalkita.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mempelajari sistem pemungutan pajak kendaraan di atas air di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai upaya menggali potensi baru Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan kerja Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, ke Kaltara, Rabu (21/10/2026). Kunjungan ini terlaksana melalui pembiayaan Program SKALA (Australia–Indonesia Partnership for Accelerating Service Delivery) yang turut mendampingi Pemprov NTT dalam memperkuat kapasitas pengelolaan pendapatan daerah.

Johni Asadoma bersama rombongan Badan Pendapatan dan Aset Daerah (BPAD) Provinsi NTT serta tim SKALA tiba di Bandara Juwata, Tarakan, sekitar pukul 16.30 WITA menggunakan pesawat Batik Air.

READ:  Raih Bintang LVRI, Wagub Johni Asadoma Tegaskan Pengabdian Tak Berubah

Kedatangan mantan Kapolda NTT itu disambut langsung Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, di ruang VIP Bandara Juwata. Penyambutan berlangsung dengan prosesi pengalungan selendang.

Turut hadir dalam penyambutan tersebut Kepala Badan Pendapatan Daerah Kalimantan Utara, Datu Iqro Ramadhan; Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Kalimantan Utara, Jaini; Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono; serta Danrem 092/Maharajalila, Brigjen TNI Muhammad Sjahroni.

Usai penyambutan, Johni Asadoma bersama Gubernur Kalimantan Utara dan sejumlah pejabat menggelar pertemuan untuk membahas strategi peningkatan pendapatan daerah, terutama melalui optimalisasi potensi pajak kendaraan.

READ:  Pesan Menteri Nusron untuk Jajaran di Riau: Pemimpin Harus Memudahkan Pelayanan bagi Masyarakat

Bagi Pemprov NTT, pengelolaan pajak kendaraan air menjadi salah satu hal yang perlu dipelajari untuk melihat peluang peningkatan penerimaan daerah. 

Pengalaman Kaltara diharapkan dapat menjadi referensi dalam menyusun kebijakan yang sesuai dengan karakteristik dan potensi wilayah NTT.

Optimalisasi PAD menjadi bagian penting dalam memperkuat kemampuan fiskal daerah. Dengan menggali dan mengelola sumber pendapatan secara tepat, pemerintah daerah diharapkan memiliki ruang pembiayaan yang lebih besar untuk pembangunan dan peningkatan pelayanan publik.

Dalam kunjungan tersebut, Johni Asadoma didampingi Kepala Badan Penghubung NTT di Jakarta, Florida Setyawati; Kepala BPAD Provinsi NTT, Johni Ataupah; Kepala Bidang Pendapatan I, Oktavianus Mare; serta Kepala SKALA NTT, Eripto Marviandi, yang bertindak sebagai fasilitator.

READ:  Wagub Johni Motivasi Siswa SMAN Lantoka Alor: Kerja Keras dan Disiplin Jadi Kunci Sukses

Turut mendampingi pula staf BPAD Provinsi NTT, Yohanes Nahak dan Arsena Marshal Adu.

Selain membahas optimalisasi pajak kendaraan air, agenda kunjungan kerja tersebut juga dijadwalkan mencakup pertemuan dengan Paguyuban Flobamora. 

Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat hubungan antara Pemprov NTT dengan masyarakat NTT yang berada di Kalimantan Utara.

Melalui studi tiru ini, Pemprov NTT diharapkan memperoleh referensi dan pengalaman yang dapat diadaptasi untuk mengembangkan strategi pemungutan pajak kendaraan air serta meningkatkan PAD secara berkelanjutan. (*) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *