Kalabahi, kanalkita.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengambil langkah tegas untuk menghentikan konflik sosial dan perang tanding yang kerap terjadi di Kabupaten Alor.
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma memimpin langsung pertemuan pra-deklarasi damai bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kepala sekolah, dan perwakilan siswa se-Kabupaten Alor di Kalabahi, Senin (22/6/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan dan menciptakan kondisi yang aman serta kondusif di daerah yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di NTT.
Dalam arahannya, mantan Kapolda NTT itu menegaskan bahwa Deklarasi Damai Alor merupakan respons nyata pemerintah terhadap situasi sosial yang belakangan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Menurut mantan Kadiv Hubinter Mabes Polri ini, konflik yang terjadi tidak hanya mengganggu keamanan dan ketertiban, tetapi juga berdampak langsung pada sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
“Alor adalah salah satu destinasi unggulan pariwisata NTT. Citra daerah yang aman, damai, dan nyaman harus kita jaga bersama agar wisatawan terus datang. Hal ini berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pendapatan daerah,” ujarnya.
Ia juga menyoroti besarnya anggaran yang harus dikeluarkan pemerintah untuk menangani dampak konflik sosial. Dana tersebut, kata dia, seharusnya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Purnawirawan Polri ini mengajak seluruh pihak, terutama sekolah dan orang tua, untuk memperkuat pembinaan karakter generasi muda. Menurutnya, pendidikan moral dan disiplin harus menjadi benteng utama dalam mencegah keterlibatan anak-anak dan remaja dalam berbagai aksi kekerasan.
“Sekolah harus tegas menegakkan disiplin. Pembinaan dilakukan dengan kasih sayang, namun pelanggaran berat harus ditindak tepat agar ada efek jera,” tegasnya.
Selain itu, ia meminta lembaga keagamaan, tokoh masyarakat, dan berbagai komunitas terus menyuarakan pesan-pesan perdamaian serta menghidupkan kembali slogan daerah, “ALOR: Alamnya Lestari, Orangnya Ramah.”
Dalam forum tersebut, berbagai unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan menyampaikan sejumlah usulan strategis agar deklarasi damai tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.
Kasdim Alor dan Danki Brimob Alor mengusulkan agar pasca-deklarasi dilakukan berbagai kegiatan positif seperti olahraga pelajar, lomba antar-desa, dan penyediaan ruang kreatif bagi generasi muda.
Sementara Kasat Intelkam Polres Alor memaparkan berbagai langkah preventif yang telah dijalankan, mulai dari edukasi penggunaan media sosial secara bijak di sekolah, pelibatan kepala desa di wilayah rawan konflik, hingga pengembangan program Kampung Aman.
Dari sektor pendidikan, Kepala SMKN 1 Kalabahi dan Kepala SMAN 3 Kalabahi mengusulkan pembentukan rumah singgah bagi anak-anak bermasalah, pembukaan balai latihan kerja, pengaktifan kembali gerakan jam belajar masyarakat, serta pelatihan keterampilan berbasis potensi lokal seperti pemanfaatan bambu.
Kejaksaan dan Kementerian Agama juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah terhadap penegakan disiplin sekolah, sosialisasi hukum, dan penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keagamaan.
Sementara organisasi kepemudaan dan mahasiswa meminta adanya kebijakan yang lebih tegas dan program berkelanjutan agar Alor benar-benar terbebas dari konflik sosial.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mengendalikan konflik sosial dan menjaga stabilitas daerah.
Ia juga meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi teladan dalam membangun budaya damai serta mengajak insan pers berperan aktif menghadirkan pemberitaan yang edukatif dan konstruktif.
Menutup pertemuan, Johni Asadoma mengapresiasi seluruh masukan yang disampaikan dan menegaskan bahwa keberhasilan gerakan damai membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat.
“Semua usulan ini sangat bagus dan membutuhkan kerja sama semua pihak agar deklarasi damai berjalan sukses dan tidak ada lagi perang antar-kampung di Alor. Sebagai bentuk komitmen, saya akan turun langsung ke beberapa titik konflik untuk berdialog dan menemui masyarakat di sana secara langsung,” pungkasnya. (*)

