
KUPANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Ngada meresmikan Galeri Investasi Digital Bursa Efek Indonesia (BEI) di Kampus Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Flores, Bajawa, Kamis (5/2/2026).
Peresmian ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan digital, khususnya bagi generasi muda dan civitas academica.
Kepala OJK Provinsi NTT, Yan Jimmy Hendrik Simarmata, menegaskan bahwa keberadaan Galeri Investasi Digital BEI di STIPER Flores memiliki peran penting sebagai pusat edukasi, literasi, dan informasi pasar modal di daerah.
“Galeri investasi diharapkan menjadi jembatan antara dunia akademik, industri jasa keuangan, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pasar modal yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Yan Jimmy Hendrik, Selasa (10/2/2026) dalam pernyataannya.
Ia menjelaskan, melalui peresmian galeri investasi ini, sinergi antara OJK, pemerintah daerah, BEI, pelaku industri jasa keuangan, serta institusi pendidikan akan semakin kuat dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan digital di Provinsi NTT.
Peresmian Galeri Investasi Digital BEI di Kampus STIPER Flores turut dihadiri Bupati Ngada Raymundus Bena, perwakilan Pemerintah Provinsi NTT yang diwakili Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTT Alexander B. Koroh, Kepala Kantor Perwakilan BEI Provinsi NTT Adevi Sabath Sofani, serta Branch Representative PT Phintraco Sekuritas Kupang, Imadudin Abdul Rochim.
Bupati Ngada Raymundus Bena menyampaikan apresiasi atas peresmian galeri investasi tersebut.
Menurutnya, kehadiran Galeri Investasi Digital BEI di STIPER Flores merupakan bentuk sinergi nyata antara pemerintah daerah, otoritas, pelaku industri jasa keuangan, dan dunia pendidikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kehadiran galeri investasi ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat akses keuangan di daerah, sekaligus memperluas edukasi pasar modal kepada masyarakat, khususnya mahasiswa sebagai calon investor muda,” ujar Raymundus.
Berdasarkan data OJK dan BEI hingga Desember 2025, jumlah Single Investor Identification (SID) asal Provinsi NTT tercatat mencapai 143.000 SID atau meningkat sebesar 39,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan diresmikannya Galeri Investasi Digital BEI di STIPER Flores, total galeri investasi yang beroperasi di Provinsi NTT kini berjumlah 21 galeri yang tersebar di lima kabupaten/kota dan seluruhnya berada di lingkungan pendidikan.
Kehadiran Galeri Investasi Digital BEI di Kabupaten Ngada diharapkan dapat menjadi pusat edukasi, literasi, dan informasi pasar modal bagi masyarakat setempat dan wilayah sekitarnya, sekaligus membentuk karakter investor muda yang menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian, etika, dan pelindungan konsumen.
Ke depan, OJK bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. (KK)

