Gempa Bumi Tektonik Magnitudo 4,2 Dirasakan di Manggarai, BMKG Beri Pernyataan

Permodelan titik gempa yang dilakukan oleh BMKG NTT terhadap gempa tektonik magnitudo 4,2 yang mengguncang Manggarai, Flores. Sabtu, (29/8/2026).

Flores, kanalkita.com – Gempa bumi tektonik magnitudo 4,2 dirasakan di wilayah Manggarai pada Sabtu (29/8/2026)  pukul 10.09.01 WIB. 

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 3,9 pada kedalaman 3 km. 

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,21° LS ; 120,58° BT, atau tepatnya berlokasi di laut 46 km timur laut Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Kepala BMKG NTT Arief Tyastama, Sabtu. 

READ:  Ketua TIDAR NTT Antar Langsung Bantuan ke Pelosok Flores yang Sulit Dijangkau

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat Flores Back-Arc Thrust. 

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik.

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan, gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas II-III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu di Manggarai.

READ:  BPN–PLN Perkuat Sinergi, 528 Bidang Tanah PLTP Ulumbu Diserahkan

Gempa bumi ini merupakan rangkaian susulan gempa bumi M7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 15 Agustus 2026 pukul 05:58:23 WIB. Hingga tanggal 29 Agustus 2026 pukul 10:30:00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 9382 aktivitas gempa bumi susulan, dengan magnitudo terbesar M6,2.

BMKG, kata Arief, akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat.

READ:  Dua Bulan Terkatung-katung di Kupang, Wagub NTT Turun Tangan Jembatani Pengiriman Ternak ke Waingapu

Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga juga diminta menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” tambah Arief. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *