Daerah  

Ketika YN Hampir Menyerah, Richard Odja Datang Membawa Harapan dan Pelukan Dukungan

Ketua DPRD Kota Kupang Richard E. Odja (duduk) bersama YN, siswa SD yang dituduh mencuri handphone dan trauma ke sekolah. (Dok. Istimewa)

KUPANG – Di sudut rumah sederhana itu, YN (9) sempat lebih banyak diam. Bocah yang sebelumnya ceria itu dikabarkan enggan kembali ke sekolah setelah dituduh mencuri handphone di lingkungan pendidikannya.

Trauma membuatnya memilih menjauh dari ruang kelas dan teman-temannya. Namun Kamis (12/2/2026) siang itu, suasana berbeda terasa. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang, Richard Elvis Odja, datang langsung ke kediaman YN.

Bukan dalam balutan suasana formal, melainkan dengan niat sederhana: memberi dukungan dan menguatkan hati seorang anak yang terluka.

READ:  Dari Panggung Idol ke Kursi Tersangka: Piche Kota Dijerat Kasus Asusila Anak, Rekan Mangkir Diburu Polisi

Richard duduk sejajar dengan YN. Ia tak langsung berbicara soal peristiwa yang menimpa bocah itu. Ia justru mengajak YN bercerita tentang hal-hal yang disukainya—hobi, permainan favorit, hingga cita-cita. Perlahan, wajah YN mulai mencair. Senyum tipis pun muncul saat ia antusias menjawab pertanyaan-pertanyaan ringan tersebut.

Kunjungan itu bukan sekadar simbolis. Richard juga membawa sebuah handphone sebagai hadiah untuk menunjang proses belajar YN. Ia berharap, fasilitas tersebut bisa membantu YN tetap semangat menuntut ilmu dan tidak kehilangan masa depannya hanya karena satu peristiwa yang belum tentu benar.

READ:  Tinjau Dapur MBG di Alor, Wagub NTT Dorong Kemandirian Pangan dan Gizi Berkualitas

Kepada orangtua YN, politisi Partai Gerindra itu berpesan agar tidak berkecil hati. Ia berjanji akan membantu keluarga tersebut untuk mendapatkan keadilan serta memastikan pemulihan trauma bagi sang anak.

“Semua anak harus dilindungi dan didampingi, terutama dalam masa sulit. Mereka tidak bisa dibiarkan sendiri melewati tantangan seperti ini,” tegas Richard.

Ia menilai peristiwa yang dialami YN harus menjadi pembelajaran bersama, termasuk bagi pihak sekolah, agar tidak gegabah dalam menyikapi sebuah dugaan. Anak-anak, katanya, tidak boleh menjadi korban dari tuduhan yang belum terbukti kebenarannya.

READ:  Maritim Cup I Resmi Dibuka, Wawali Kupang Bidik Lahirnya Bintang Voli Muda Daratan Timor

“Ini menjadi pembelajaran untuk semua, agar sekolah benar-benar menjadi zona aman dan ramah anak,” tambahnya.

Ke depan, Richard menyatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kupang untuk memastikan YN dan keluarganya mendapatkan pendampingan yang tepat.

Di balik jabatan dan protokoler, kunjungan itu menghadirkan pesan sederhana: bahwa di saat seorang anak merasa dunia seolah menudingnya, masih ada orang dewasa yang memilih untuk duduk, mendengar, dan memulihkan harapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *