Perdana di POPDA NTT 2026, Atlet Cricket Ditempa Jelang PON 2028

Ketua PCI NTT, Dr. Inche D. P. Sayuna saat membuka penyelenggaraan Popda di NTT cabang olahraga cricket.

Kupang, kanalkita.com – Persatuan Cricket Indonesia (PCI) NTT menaruh harapan besar pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2026 untuk melahirkan atlet-atlet muda berbakat yang mampu mengharumkan nama daerah, terutama saat NTT menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 bersama Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua PCI NTT, Dr. Inche D. P. Sayuna, menyampaikan hal tersebut saat membuka pertandingan cabang olahraga cricket pada POPDA NTT 2026 di Lapangan Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Kamis (22/10/2026).

Inche mengapresiasi dukungan Gubernur NTT melalui Dinas Pemuda dan Olahraga yang telah memberikan ruang bagi cricket untuk dipertandingkan dalam ajang olahraga pelajar tersebut.

Menurutnya, keikutsertaan cricket dalam POPDA menjadi momentum bersejarah sekaligus langkah penting untuk memperluas pembinaan atlet sejak usia sekolah.

Ia menegaskan, kompetisi ini bukan sekadar ajang untuk meraih kemenangan, tetapi juga bagian dari strategi pengembangan cricket di NTT melalui program Cricket Go to School.

Program tersebut mendorong pengenalan olahraga cricket ke sekolah-sekolah di seluruh wilayah NTT agar semakin banyak pelajar tertarik dan berkesempatan mengembangkan bakatnya.

“Kami sangat berharap program ini terus direspons dengan hangat dan positif oleh para kepala sekolah, guru, serta para siswa sehingga cricket bisa menjadi olahraga favorit anak-anak muda,” ujarnya, Jumat (23/10/2026) dalam keterangannya. 

READ:  PON 2028 Jadi Momentum, Wagub Johni dan Komisi V DPR RI Bahas Percepatan Pembangunan Infrastruktur NTT

Tiga Kali Menjadi Cabor Beregu Superprioritas

Inche juga mengungkapkan, cricket NTT telah tiga kali memperoleh pengakuan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTT sebagai satu-satunya cabang olahraga beregu berstatus superprioritas.

Menurutnya, pengakuan tersebut merupakan buah dari konsistensi pembinaan dan kerja sama antara pengurus, pelatih, ofisial, serta atlet.

“Tiga kali mendapatkan gelar satu-satunya cabang olahraga beregu superprioritas karena kami konsisten. Dari waktu ke waktu menunjukkan kepada publik bahwa kami olahraga yang besar secara prestasi dan juga besar dalam membawa harum nama Nusa Tenggara Timur,” katanya.

Anggota DPRD NTT itu berharap, prestasi tersebut menjadi motivasi bagi para atlet pelajar untuk terus meningkatkan kemampuan, membangun karakter, dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi di tingkat nasional.

Dalam kesempatan itu, Inche turut menyoroti ketersediaan fasilitas sebagai salah satu faktor penting dalam pengembangan cricket di NTT.

Dia menyebutkan, NTT telah memiliki lapangan cricket bertaraf internasional bernama Komodo International Cricket Ground. Menurutnya, pembangunan fasilitas tersebut merupakan hasil kontribusi pengurus, pelatih, ofisial, dan atlet tanpa menggunakan dana APBD hingga saat sambutan disampaikan.

READ:  Musprov Taekwondo NTT Disorot: Dugaan Pelanggaran dan Kepemimpinan Tertutup Picu Krisis Kepercayaan

Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia atau IWAPI NTT itu menilai keberadaan lapangan itu menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus modal penting untuk meningkatkan kualitas latihan atlet.

Namun, ia mengakui bahwa penggunaan fasilitas latihan masih menjadi tantangan. Selama ini, pengurus dan atlet harus berpindah dari satu lapangan ke lapangan lain untuk berlatih dan melaksanakan pertandingan.

Karena itu, ia menyampaikan terima kasih kepada Universitas Katolik Widya Mandira yang telah memberikan izin penggunaan lapangan untuk kegiatan POPDA dan kejuaraan daerah.

Politisi Golkar ini berharap, pada tahun mendatang fasilitas cricket di NTT semakin memadai sehingga pembinaan atlet dapat berjalan lebih optimal.

“Kita ingin memastikan bahwa saat menjadi tuan rumah nanti, atlet-atlet lokal hasil binaan daerah sendiri itu siap mengukir prestasi gemilang dan membawa harum nama Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.

Menurut Inche, persiapan menuju PON 2028 harus dimulai sejak sekarang, termasuk dengan memperkuat pembinaan atlet pelajar agar regenerasi atlet berlangsung secara berkelanjutan.

READ:  Pertina dan Perbati Diminta Bersatu, Wagub NTT: Organisasi Nomor Dua, Tinju yang Utama

Selain fokus pada pembinaan dan prestasi, PCI NTT juga menjalankan kegiatan sosial bagi masyarakat terdampak bencana di Flores.

Inche mengatakan, tim cricket NTT baru saja kembali dari Flores setelah menjalankan dua misi, yakni membantu masyarakat terdampak bencana dan melakukan sosialisasi cricket di sekolah-sekolah.

Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan olahraga juga dapat berjalan beriringan dengan kepedulian sosial dan upaya memperluas partisipasi masyarakat.

Ia berharap, sosialisasi tersebut dapat mendorong semakin banyak daerah di NTT mengembangkan cricket sehingga atlet dari berbagai wilayah memiliki kesempatan tampil dalam kompetisi daerah.

“Kita berharap tahun depan cricket sudah menghadirkan 22 atlet-atlet muda cricket dalam Porprov NTT 2027,” katanya.

Inche juga berharap daerah-daerah di Flores, Sumba, dan daratan Timor dapat berpartisipasi lebih luas dalam kompetisi mendatang. Saat ini, menurut sambutannya, peserta cricket dalam ajang tersebut baru berasal dari lima kabupaten.

Inche mengajak para atlet pelajar agar bertanding dengan penuh semangat, menunjukkan kemampuan terbaik, menjaga disiplin, dan menjunjung tinggi sportivitas.

Ia juga mengajak seluruh pengurus PCI kabupaten/kota se-NTT memperkuat pembinaan atlet secara terstruktur, masif, dan berkesinambungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *