Labuan Bajo, kanalkita.com– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memanfaatkan persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 sebagai momentum untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di daerah.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma saat menghadiri pertemuan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI di Kantor Bupati Manggarai Barat, Rabu (22/7/2026).
Pertemuan yang dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, serta kementerian dan lembaga mitra kerja Komisi V DPR RI tersebut membahas kesiapan infrastruktur penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028 sekaligus berbagai kebutuhan pembangunan strategis di NTT.
Rapat dipimpin Wakil Ketua Komisi V DPR RI sekaligus Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses, Andi Iwan Darmawan Aras, didampingi Wakil Ketua Komisi V DPR RI Roberth Rouw. Hadir pula Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT, serta perwakilan sejumlah kementerian dan lembaga.
Dalam sambutannya, Johni Asadoma menegaskan penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028 harus menjadi pengungkit percepatan pembangunan infrastruktur di NTT.
Menurutnya, kesiapan menjadi tuan rumah tidak hanya menyangkut pembangunan venue olahraga, tetapi juga penguatan konektivitas, transportasi, sumber daya air, hingga fasilitas pendukung yang memenuhi standar nasional dan internasional.
“Besar harapan kami, diskusi dan pendalaman pada sore hari ini dapat menghasilkan rumusan kebijakan, penganggaran, dan program kerja konkret yang berpihak pada percepatan pembangunan Nusa Tenggara Timur,” kata Johni.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi NTT siap berkolaborasi dengan seluruh kementerian dan lembaga mitra Komisi V DPR RI untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur yang merata dan berkeadilan.
“Kami siap bekerja sama secara kolaboratif dengan seluruh kementerian dan lembaga mitra kerja Komisi V demi terwujudnya infrastruktur yang andal dan berkeadilan,” ujarnya.
Forum tersebut juga dihadiri mitra kerja Komisi V DPR RI, di antaranya Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Transmigrasi, BMKG, Basarnas, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), dan PT Pelindo (Persero).
Sementara itu, Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, mengatakan selain mengevaluasi kesiapan infrastruktur PON XXII Tahun 2028, pihaknya juga memberi perhatian terhadap aspek keselamatan transportasi laut di NTT, khususnya di kawasan wisata Labuan Bajo.
Menurutnya, sejumlah kecelakaan kapal wisata yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir menjadi peringatan agar pengawasan terhadap kelaikan kapal, kelengkapan alat keselamatan, keakuratan manifest digital, serta kompetensi nahkoda dan anak buah kapal terus diperkuat.
Usai pemaparan dari kementerian dan lembaga, Johni Asadoma mengusulkan pembentukan rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang melibatkan Komisi V DPR RI, Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Provinsi NTB, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta guna memantau perkembangan persiapan PON XXII Tahun 2028 secara berkala.
Di akhir pertemuan, Johni menyampaikan apresiasi kepada Komisi V DPR RI atas kunjungan kerja reses di Manggarai Barat dan berharap seluruh usulan pembangunan yang telah disampaikan mendapat dukungan pemerintah pusat.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Pimpinan beserta seluruh Anggota Tim Komisi V DPR RI yang telah melaksanakan kunjungan kerja reses di Kabupaten Manggarai Barat. Besar harapan kami agar berbagai usulan dan kebutuhan pembangunan yang telah kami sampaikan hari ini mendapat perhatian dan dukungan,” katanya.
Menutup pertemuan, Andi Iwan Darmawan Aras memastikan seluruh masukan yang diterima akan dibahas dalam rapat Komisi V DPR RI sebelum diteruskan kepada Pimpinan DPR RI untuk ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan infrastruktur di NTT sekaligus menyukseskan penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028. (*)

