Wagub NTT Dorong Optimalisasi 104 Hektare Lahan Peternakan, Kambing Unggul Jadi Andalan Kabupaten Kupang

Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT) meninjau Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pembibitan Ternak dan Produksi Pakan Ternak di kawasan peternakan kambing Sumlili, Kabupaten Kupang, Rabu (17/6/2026).

Kupang, kanalkita.com – Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT) meninjau Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pembibitan Ternak dan Produksi Pakan Ternak di kawasan peternakan kambing Sumlili, Kabupaten Kupang, Rabu (17/6/2026). 

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung potensi pengembangan peternakan serta pemanfaatan lahan milik pemerintah daerah yang dinilai masih sangat besar untuk dioptimalkan.

Dalam peninjauan itu, Johni Asadoma didampingi dokter hewan anggota Worldwide Veterinary Service (WVS) Amerika Serikat, Edward J., serta jajaran Dinas Peternakan Provinsi NTT.

Salah satu fokus kunjungan adalah melihat pengembangan kambing peranakan unggul yang memiliki produktivitas tinggi dan nilai ekonomi menjanjikan. Kambing hasil persilangan tersebut memiliki ciri khas telinga panjang, ukuran tubuh lebih besar dibandingkan kambing lokal, serta kemampuan reproduksi yang tinggi dengan potensi melahirkan hingga lima ekor anak dalam satu kali kelahiran.

READ:  SKALA Dukung Pembiayaan, Wagub NTT Pimpin Rombongan Belajar Pajak Kendaraan Air ke Kaltara

Di kawasan peternakan itu juga terdapat empat ekor pejantan unggul yang dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan bibit dan peningkatan kualitas ternak di daerah.

Mantan Kapolda NTT itu menilai sektor peternakan di Kabupaten Kupang memiliki prospek yang sangat baik untuk terus dikembangkan. Karena itu, ia mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan yang tersedia melalui pengelolaan yang terintegrasi antara peternakan dan pertanian.

READ:  Gekrafs NTT Bergerak, Serena Francis dan Dean Asadoma Salurkan Bantuan Pertama untuk Korban Gempa di Palue

Salah satu langkah yang didorong adalah penanaman pisang menggunakan bibit unggul di kawasan peternakan. Selain meningkatkan produktivitas lahan, tanaman tersebut juga dapat mendukung ketersediaan pakan ternak secara berkelanjutan.

“Pengelolaan lahan yang terintegrasi akan memberikan nilai tambah bagi pengembangan usaha peternakan masyarakat sekaligus meningkatkan produktivitas kawasan,” ujar Purnawirawan Polri itu. 

Saat ini, kawasan peternakan tersebut memiliki luas lahan sekitar 104 hektare. Namun, baru sekitar 7 hektare yang dikelola secara aktif. Selain itu, terdapat lahan seluas 4 hektare yang telah dimanfaatkan oleh koperasi untuk pembangunan rumah produksi bersama.

READ:  Wagub Johni Asadoma Tinjau Pengungsian Ngada, Bantuan Dasar Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa

Pemerintah Provinsi NTT berharap potensi peternakan yang dimiliki daerah dapat dikelola secara lebih produktif dan berkelanjutan sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta penguatan sektor peternakan sebagai salah satu penopang ekonomi daerah.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Drh. Melky Angsar, M.Sc., Kepala UPTD Pembibitan Ternak Wilayah I Drh. Edward S. Geong, serta jajaran UPTD Pembibitan Ternak dan Produksi Pakan Ternak Wilayah I Dinas Peternakan Provinsi NTT. (*) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *