Daerah  

Wagub NTT Tekankan Pendidikan Karakter di SMA Lamboya Sumba Barat: Ilmu Saja Tak Cukup Tanpa Moral

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma menekankan pentingnya pendidikan karakter bagi generasi muda saat mengunjungi SMA Negeri 2 Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Sabtu (14/3/2026).

LAMBOYA – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma menekankan pentingnya pendidikan karakter bagi generasi muda saat mengunjungi SMA Negeri 2 Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Sabtu (14/3/2026). 

Di hadapan ratusan siswa dan guru, ia mengingatkan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh ilmu pengetahuan, tetapi juga oleh karakter yang kuat.

Dalam kunjungan tersebut, Johni memberikan motivasi sekaligus membagikan sejumlah kunci sukses bagi para pelajar agar mampu meraih masa depan yang lebih baik.

Menurutnya, para siswa saat ini adalah calon pemimpin masa depan yang akan menentukan arah pembangunan daerah dan bangsa. Karena itu, pendidikan karakter harus berjalan seiring dengan penguasaan ilmu pengetahuan.

“Anak-anak ini adalah masa depan daerah dan masa depan bangsa. Karena itu selain ilmu pengetahuan, pendidikan karakter sangat penting agar kita tidak salah jalan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup,” kata Johni.

Ia mengingatkan para siswa untuk menjunjung tinggi etika, menghormati guru, menyayangi teman, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air. Nilai-nilai tersebut, kata dia, merupakan fondasi penting dalam membentuk pribadi yang kuat dan bertanggung jawab.

READ:  Musrenbang Oebobo Dibuka, Wali Kota Kupang Kunci Rp 500 Juta per Kelurahan untuk Program Prioritas 2027

Johni juga membagikan sejumlah prinsip yang menurutnya penting untuk meraih kesuksesan. Salah satunya adalah memiliki cita-cita yang tinggi agar seseorang memiliki arah dalam menjalani kehidupan.

Ia pun menceritakan pengalamannya saat masih duduk di bangku SMA. Sejak muda, dirinya sudah bercita-cita menjadi polisi dan bertekad masuk Akademi Kepolisian.

“Karena punya cita-cita itu, saya belajar keras, berlatih keras dan menjaga kesehatan sampai akhirnya bisa lulus tes Akpol dan menjadi perwira polisi,” ujarnya.

Selain memiliki mimpi besar, Johni menekankan pentingnya disiplin, semangat berkompetisi, keberanian untuk tampil, serta sikap kreatif dan inovatif dalam menghadapi perkembangan zaman.

Ia juga mengingatkan para siswa agar bijak memanfaatkan teknologi. Menurutnya, telepon genggam seharusnya digunakan untuk mencari ilmu pengetahuan dan memperluas wawasan, bukan sekadar untuk hiburan atau media sosial.

“Sekarang semua sudah punya HP. Gunakan untuk mencari ilmu, bukan hanya untuk hal-hal yang tidak berguna,” pesannya.

Johni juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa Inggris sebagai salah satu kunci membuka akses terhadap berbagai sumber ilmu pengetahuan dari seluruh dunia.

READ:  INAPADAN Bantu Sejadah hingga Al Quran untuk Masjid Raudhatul Mustaqiem Kolipadan - Lembata

Dalam kesempatan itu, ia mengajak para siswa untuk selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap rencana hidup. Seorang siswa kelas XI, Debora Madi Bero, kemudian diminta membacakan firman Tuhan dari Kitab Yeremia 17 ayat 7–8.

Menurut Johni, ayat tersebut mengajarkan bahwa orang yang mengandalkan Tuhan akan diberkati dan hidupnya akan terus menghasilkan hal-hal baik.

Di akhir sambutannya, Johni juga mengingatkan para siswa untuk menjauhi perilaku yang dapat merusak masa depan, seperti minuman keras dan rokok. Ia menegaskan bahwa masa sekolah harus dimanfaatkan untuk belajar dan mempersiapkan masa depan.

Johni bahkan menyinggung pesan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kepada cucunya agar menjauhi alkohol, rokok, dan obat-obatan terlarang.

“Untuk anak-anak SMA ini, jangan pernah miras dan jangan merokok. Fokus belajar dulu, kejar cita-cita sampai sukses,” tegasnya.

Kebanggaan bagi SMAN 2 Lamboya

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Lamboya, Nicodemus Rehi Laja, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Wakil Gubernur NTT. Ia mengatakan kehadiran Johni menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi para siswa dan guru.

READ:  Sentuhan Inche Sayuna di Balik Sukses, Atlet SKO NTT Tembus Timnas dan Harumkan Indonesia di Kancah Cricket Dunia

Nicodemus menjelaskan sekolah tersebut berdiri sejak tahun 2012 dan kini berkembang menjadi salah satu SMA yang cukup diminati di wilayah Lamboya. Saat ini sekolah memiliki 646 siswa dan 52 guru.

Mayoritas siswa beragama Kristen Protestan dan Katolik. Pada 2025, sekolah ini juga menerima bantuan pembangunan infrastruktur pendidikan dari pemerintah senilai sekitar Rp9,8 miliar untuk meningkatkan sarana dan prasarana.

Sekolah yang memiliki luas lahan lebih dari satu hektare ini juga melayani siswa dari wilayah Lamboya Barat yang sebelumnya harus menempuh jarak cukup jauh untuk bersekolah.

Salah satu siswa kelas XI, Joyce Patricia Lakang, mengaku senang bisa bertemu langsung dengan Wakil Gubernur.

“Ini pertama kali kami bertemu langsung dengan Bapak Wakil Gubernur. Rasanya sangat luar biasa,” ujarnya.

Kunjungan tersebut menjadi momen berkesan bagi para siswa karena mendapatkan motivasi langsung dari pimpinan daerah untuk terus belajar, membangun karakter, serta mempersiapkan masa depan sejak di bangku sekolah. (*) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *