RAIJUA – Cara berbeda ditunjukkan puluhan pemuda, remaja dan anak yang tergabung dalam komunitas Patmos Youth and Teens di bawah naungan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jemaat Patmos Raijua, Kabupaten Sabu Raijua.
Di tengah euforia perayaan Valentine Day, mereka memilih merayakannya dengan aksi nyata: menggelar Gerakan Kebersihan Lingkungan (GREBEK) sampah plastik di kawasan pantai wisata Kecamatan Raijua, Selasa (17/2/2026).
Dua titik menjadi lokasi aksi bersih-bersih, yakni Pantai Wisata “Bukit Senyum” di Desa Ballu dan Pantai Wisata “Kepala Burung” di Desa Kolarae.
Dengan penuh semangat, para pemuda memungut sampah plastik yang berserakan demi menjaga kelestarian biota laut dan mencegah pencemaran lingkungan.
Ketua Pemuda, Jefri Haba Rubu, yang mengkoordinir kegiatan tersebut menegaskan bahwa aksi ini merupakan panggilan nurani dan wujud iman generasi muda gereja dalam merespons persoalan sampah plastik.
“Di tengah hiruk pikuk generasi muda yang lain merayakan Valentine dengan cara berbeda, bahkan ada yang mabuk-mabukan, hari ini kami memilih ada di sini untuk mengajak rekan-rekan muda terlibat dalam kegiatan positif,” ujarnya.
Tak hanya memungut sampah, para pemuda juga memasang papan rambu larangan membuang sampah di kawasan pantai sebagai bentuk edukasi dan langkah penyadaran bagi para pengunjung.
Menurut Jefri, aksi tersebut bukan agenda rutin, melainkan spontanitas sebagai wujud kasih Kristus dan doa nyata untuk bumi.
“Ini bukan sekadar kegiatan, tetapi bahasa jiwa dan harapan kami agar kawasan pantai dilindungi dan dirawat dengan cara yang benar,” tegasnya.
Secara terpisah, Gembala Jemaat GBI Patmos Raijua, Andreas A. R. Koro, menyoroti tantangan generasi muda di era globalisasi dan digitalisasi.
Ia menilai arus perkembangan zaman kerap membuat anak muda terjebak dalam kesepian (loneliness) dan aktivitas negatif.
“Banyak kasus yang terjadi akhir-akhir ini seperti bunuh diri, kekerasan dalam pacaran, dan berbagai persoalan lain karena generasi muda sering mengasingkan diri tanpa komunitas yang sehat untuk bertumbuh secara spiritual,” ungkapnya.
Ia menegaskan gereja harus menjadi ruang pembinaan karakter dan pelarian moral yang sehat bagi generasi muda. Melalui kegiatan positif seperti aksi bersih pantai, karakter anak dibentuk melalui keteladanan nyata.
“Anak akan mengikuti apa yang kita lakukan, bukan hanya apa yang kita katakan. Tanpa keteladanan mustahil kita menjadi penggerak perubahan dalam komunitas, keluarga maupun masyarakat,” katanya, seraya mengutip 1 Timotius 4:12 tentang pentingnya menjadi teladan dalam perkataan, kasih, kesetiaan dan kesucian.
Setelah kegiatan kerja bakti, rangkaian acara dilanjutkan dengan ibadah bersama di gereja untuk penyegaran iman dan spiritual. Kegiatan ditutup dengan tukar kado sebagai simbol komitmen kasih dan kebersamaan antar pemuda.
Valentine tahun ini pun menjadi lebih bermakna—bukan sekadar perayaan, tetapi aksi kasih yang nyata untuk sesama dan lingkungan. (*)

